Jakarta (jakpress.com)– Kubu calon presiden (capres) Susiolo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Partai Demokrat menyatakan tidak kaget atas ulah pentolan PAN Amien Rais yang tiba-tiba membolehkan kader PAN mendukung pasangan selain SBY-Boediono alias menjilat ludah kembali, padahal sebelumnya sudah dilakukan kontrak politik.
"Itu adalah pernyataan yang tidak mengejutkan. Bukan berarti Pak Amien tidak mendukung penuh SBY-Boediono, tetapi Pak Amien tidak bisa melarang ada sebagian kecil pemilih PAN yang punya pilihan lain," kilah Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Selasa (16/6).
Menurut Ketua DPP bidang Politik Partai Demokrat ini, pihaknya yakin pemilih PAN akan tetap konsisten memenangkan pasangan nomor urut dua ini. Tim kampenye nasional SBY-Boediono dan seluruh partai koalisi tetap bekerja dengan satu skenario, yakni menang dengan angka yang mantap dan meyakinkan. "Karena itu, rumusnya hanya satu. Bekerja keras sampai batas terakhir masa kampanye," terang mantan anggota KPU ini.
Sebagaimana diketahui, Amien rais selaku Ketua Majelis Pertimbangan Partai Partai Amanat Nasional (MPP PAN) mengatakan kader PAN boleh memilih calon presiden-wakil presiden manapun, selain SBY-Boediono. “Kader PAN silakan pilih presiden yang lain," seru Amien menjelang Rakor PAN di Batam, Senin (15/6).
Amien Rais mengatakan, memilih presiden adalah hak masyarakat, sehingga tidak dapat dipaksakan. Namun kader PAN sebaiknya menunjukan sikap disiplin dan kompak. "Kader PAN (harus) utamakan kepentingan partai," tutur mantan Ketua Umum DPP PAN.
Sementara pengamat politik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Aidul Fitriciada menilai, pernyataan Amien Rais yang membolehkan kader PAN mendukung pasangan selain SBY-Boediono dianggap sebagai cara main aman bermain di banyak kaki, yang kemungkinan ia sudah menduga bahwa SBY bakal kalah dalam Pilpres 2009.
Namun, menurut dia, Amien Rais tidak bisa begitu saja menjilat ludahnya sendiri untuk meninggalkan pasangan SBY-Boediono. "Saya melihat ini adalah sebuah penegasan kalau PAN main di banyak kaki untuk menyelamatkan partai dari konflik internal," paparnya.
Ia mengaanggap, hal ini sudah menjadi risiko Amien yang bermain di banyak kepentingan, seperti dukungan formal ke SBY, dukungan basis ke JK, dan kader PAN lain yang merapat ke kubu Mega. Secara basis Amien dekat dengan tokoh Muhammadiyah yang nyata-nyata mendukung pasangan JK-Win. (KSN)
Tuesday, June 16, 2009
Monday, June 15, 2009
PD Tak Terpengaruh Seruan Amien
INILAH.COM, Jakarta - Ketua MPP PAN Amien Rais membebaskan kadernya untuk memilih capres cawapres selain pasangan SBY-Boediono. Tetapi Partai Demokrat tidak terkejut alias biasa saja menanggapi seruan.
"Itu adalah pernyataan yang tidak mengejutkan. Bukan berarti Pak Amien tidak mendukung penuh SBY-Boediono, tetapi Pak Amien tidak bisa melarang ada sebagian kecil pemilih PAN yang punya pilihan lain," kata Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (16/6).
Mantan Ketua PB HMI ini mengatakan pihaknya yakin pemilih PAN akan tetap konsisten memenangkan pasangan nomor urut dua ini. Tim kampenye nasional SBY-Boediono dan seluruh partai koalisi tetap bekerja dengan satu skenario, yakni menang dengan angka yang mantap dan meyakinkan.
"Karena itu, rumusnya hanya satu. Bekerja keras sampai batas terakhir masa kampanye," terang mantan anggota KPU ini.
Sebelumnya, Amien Rais dalam rapat koordinasi PAN di Batam, Senin 15 Juni 2009, mengatakan kader PAN dibebaskan untuk memilih capres cawapres selain SBY-Boediono. Ia menjelaskan memilih presiden adalah hak masyarakat, sehingga tidak dapat dipaksakan. Namun, kader PAN disarankan untuk disiplin dan kompak.
"Kader PAN utamakan kepentingan partai," ujar mantan Ketua Umum PAN ini. [jib/bar]
"Itu adalah pernyataan yang tidak mengejutkan. Bukan berarti Pak Amien tidak mendukung penuh SBY-Boediono, tetapi Pak Amien tidak bisa melarang ada sebagian kecil pemilih PAN yang punya pilihan lain," kata Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (16/6).
Mantan Ketua PB HMI ini mengatakan pihaknya yakin pemilih PAN akan tetap konsisten memenangkan pasangan nomor urut dua ini. Tim kampenye nasional SBY-Boediono dan seluruh partai koalisi tetap bekerja dengan satu skenario, yakni menang dengan angka yang mantap dan meyakinkan.
"Karena itu, rumusnya hanya satu. Bekerja keras sampai batas terakhir masa kampanye," terang mantan anggota KPU ini.
Sebelumnya, Amien Rais dalam rapat koordinasi PAN di Batam, Senin 15 Juni 2009, mengatakan kader PAN dibebaskan untuk memilih capres cawapres selain SBY-Boediono. Ia menjelaskan memilih presiden adalah hak masyarakat, sehingga tidak dapat dipaksakan. Namun, kader PAN disarankan untuk disiplin dan kompak.
"Kader PAN utamakan kepentingan partai," ujar mantan Ketua Umum PAN ini. [jib/bar]
SBY-Boediono Pegang Kunci Utama Kuatkan Presidensiil
(wartaone.com) Jakarta - Modal mayoritas di parlemen dan besarnya dukungan suara rakyat dipastikan akan memperkuat sistem pemerintahan presidensil SBY-Boediono. SBY-Boediono akan berjuang untuk melaksanakan 5 isu pokoknya.
"Kita sukar mambayangkan adanya pemerintahan presidensil yang kuat dan efektif kalau hanya didukung 20 persen kursi di DPR. Tetapi kita bisa memastikan pemerintahan presidensiil yang kuat, efektif dan produktif karena koalisi kita sejak awal sudah mempunyai modal mayoritas di parlemen dan mayoritas dukungan suara rakyat. Dua jalur Insya Allah kita kuat, jalur di parlemen dan jalur di suara rakyat," kata Ketua DPP Partai Demokrat bidang Politik, Anas Urbaningrum, di Jakarta (14/6).
Anas mengungkapkan, dalam pemerintahan periode 2009-2014 pihaknya menginginkan adanya sebuah pemerintahan yang produktif dalam melayani kepentingan masyarakat dan berprestasi. Dijelaskannya, ukuran prestasi pemerintahan itu adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, sistem politik yang semakin demokratis dan hasil pembangunan makin terdistribusi secara adil.
"Itulah yang menjadi visi, misi dan program aksi dari pasangan SBY-Boediono yang mereka sebut dengan membangun Indonesia yang makin sejahtera, demokratis dan berkeadilan. Ada lima hal yang menjadi isu pokok yang akan dipejuangkan beliau," ujarnya.
Lima isu pokok yang dimaksud Anas yakni melanjutkan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat, melanjutkan ihtiar untuk terbangunnya tata pemerintahan yang makin baik serta penegakan pilar-pilar demokrasi. Selanjutnya, penegakan hukum dan melanjutkan pemberantasan korupsi, dan melanjutkan pembangunan yang main inklusif dan berkeadilan. (rif)
"Kita sukar mambayangkan adanya pemerintahan presidensil yang kuat dan efektif kalau hanya didukung 20 persen kursi di DPR. Tetapi kita bisa memastikan pemerintahan presidensiil yang kuat, efektif dan produktif karena koalisi kita sejak awal sudah mempunyai modal mayoritas di parlemen dan mayoritas dukungan suara rakyat. Dua jalur Insya Allah kita kuat, jalur di parlemen dan jalur di suara rakyat," kata Ketua DPP Partai Demokrat bidang Politik, Anas Urbaningrum, di Jakarta (14/6).
Anas mengungkapkan, dalam pemerintahan periode 2009-2014 pihaknya menginginkan adanya sebuah pemerintahan yang produktif dalam melayani kepentingan masyarakat dan berprestasi. Dijelaskannya, ukuran prestasi pemerintahan itu adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, sistem politik yang semakin demokratis dan hasil pembangunan makin terdistribusi secara adil.
"Itulah yang menjadi visi, misi dan program aksi dari pasangan SBY-Boediono yang mereka sebut dengan membangun Indonesia yang makin sejahtera, demokratis dan berkeadilan. Ada lima hal yang menjadi isu pokok yang akan dipejuangkan beliau," ujarnya.
Lima isu pokok yang dimaksud Anas yakni melanjutkan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat, melanjutkan ihtiar untuk terbangunnya tata pemerintahan yang makin baik serta penegakan pilar-pilar demokrasi. Selanjutnya, penegakan hukum dan melanjutkan pemberantasan korupsi, dan melanjutkan pembangunan yang main inklusif dan berkeadilan. (rif)
PAN Boikot Deklarasi SBY-Boediono
PROBOLINGGO-SURYA-DPD PAN Kabupaten Probolinggo memboikot acara deklarasi pasangan capres SBY-Boediono di Rumah Makan Diva Asri, yang diikuti lima partai pendukung diantaranya PKB, PPP, PKS, PKPB dan Demokrat, Minggu (14/6).
“Kami memang diundang. Tapi, kami menolak hadir, karena kami mendukung pasangan lain yakni, JK-Wiranto,” tegas Margi Budiharto, Ketua DPD PAN kepada Surya.
Alasan ketidakhadiran mereka lantaran kecewa terhadap elit Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN yang dinilai sepihak mendukung SBY.
“Ini berkaitan dengan rakernas Yogyakarta. Jadi, karena kami menolak hasil rakernas, maka kami juga dengan tegas menyatakan sikap, menolak mendukung SBY,” tandasnya.
Sementara itu, dilokasi deklarasi yang dikemas acara silaturrahmi tim partai pendukung SBY Boediono, tampil sebagai pembicara adalah Ketua DPC PKB Hasan Aminuddin, sekaligus Ketua DPW PKB Jatim dan perwakilan dari DPW PPP Salim Qurays.
Keduanya adalah Bupati Probolinggo dan Wakil Bupati Probolinggo periode 2008-2013.
Pembelotan kader PAN juga terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat. Sekitar 300 orang kader PAN bergabung dalam kampanye JK-Wiranto. Mereka menamakan diri Laskar Amanah (LA).
Secara terbuka massa LA datang ke lokasi kampanye JK-Wiranto dengan berjalan kaki dan membawa bendera PAN, lengkap dengan pakaian seragam sambil meneriakkan “Hidup JK!”.
Kehadiran LA disambut meriah pendukung JK-Wiranto. Bahkan dua orang perwakilan LA diminta naik ke atas panggung kampanye untuk menyampaikan dukungan dan orasi politik.
Menyikapi aksi mbalelo kader PAN di daerah, Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum menyerahkan masalah itu ke pimpinan parpol masing-masing. “Bahwa di tingkat lokal ada satu dua yang mempunyai pandangan yang berbeda, kami serahkan penuh kepada mekanisme internal masing-masing partai. Kami tidak ingin disibukkan dengan urusan-urusan seperti itu,” kata Anas dikonfirmasi di Jakarta. st4/oz
“Kami memang diundang. Tapi, kami menolak hadir, karena kami mendukung pasangan lain yakni, JK-Wiranto,” tegas Margi Budiharto, Ketua DPD PAN kepada Surya.
Alasan ketidakhadiran mereka lantaran kecewa terhadap elit Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN yang dinilai sepihak mendukung SBY.
“Ini berkaitan dengan rakernas Yogyakarta. Jadi, karena kami menolak hasil rakernas, maka kami juga dengan tegas menyatakan sikap, menolak mendukung SBY,” tandasnya.
Sementara itu, dilokasi deklarasi yang dikemas acara silaturrahmi tim partai pendukung SBY Boediono, tampil sebagai pembicara adalah Ketua DPC PKB Hasan Aminuddin, sekaligus Ketua DPW PKB Jatim dan perwakilan dari DPW PPP Salim Qurays.
Keduanya adalah Bupati Probolinggo dan Wakil Bupati Probolinggo periode 2008-2013.
Pembelotan kader PAN juga terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat. Sekitar 300 orang kader PAN bergabung dalam kampanye JK-Wiranto. Mereka menamakan diri Laskar Amanah (LA).
Secara terbuka massa LA datang ke lokasi kampanye JK-Wiranto dengan berjalan kaki dan membawa bendera PAN, lengkap dengan pakaian seragam sambil meneriakkan “Hidup JK!”.
Kehadiran LA disambut meriah pendukung JK-Wiranto. Bahkan dua orang perwakilan LA diminta naik ke atas panggung kampanye untuk menyampaikan dukungan dan orasi politik.
Menyikapi aksi mbalelo kader PAN di daerah, Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum menyerahkan masalah itu ke pimpinan parpol masing-masing. “Bahwa di tingkat lokal ada satu dua yang mempunyai pandangan yang berbeda, kami serahkan penuh kepada mekanisme internal masing-masing partai. Kami tidak ingin disibukkan dengan urusan-urusan seperti itu,” kata Anas dikonfirmasi di Jakarta. st4/oz
Sunday, June 14, 2009
Kubu SBY: Satu Putaran itu Logis
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kubu Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono membantah jika keinginan untuk menyelesaikan pemilihan presiden dalam satu putaran disebut arogan dan menyesatkan publik.
Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, kemenangan SBY-Boediono dalam satu kali putaran adalah realistis dan logis.
"Yang menyesatkan adalah justru pernyataan yang ingin membangun kesan ke publik seolah-olah SBY-Boediono hanya didukung suara 20 persen dari Partai Demokrat," kata Anas saat dihubungi, Minggu (14/06).
Padahal, kata dia, pasangan tersebut didukung 24 partai politik yang menguasai 56 persen kursi di parlemen dan 58 persen jumlah suara hasil pemilihan legislatif. Jadi, modal awal yang dimiliki pasangan SBY-Boediono sudah memenuhi syarat untuk memenangkan pemilihan presiden dalam satu putaran.
"Dengan modal seperti itu, tanpa dikatakan satu putaran pun, kalau terjaga, ya satu putaran saja," katanya. Apalagi, kata dia, jika modal dasar tersebut bisa ditingkatkan.
Tentang penilaian arogan, Anas juga menanggapinya santai. "Kalau ada orang yang menganggap sombong atau bahkan memprovokasi rakyat, itu yang tidak mengerti modal dasar kami," katanya.
Menurutnya, target yang dipasang SBY-Boediono tidaklah muluk-muluk, yaitu menjaga perolehan suara 24 partai koalisi sebesar 58 persen konsisten memilih pasangan tersebut. "Syukur-syukur bisa lebih," katanya.
Pasalnya, kata dia, masih banyak split voters dari masa partai pendukung pasangan lain yang kemungkinan akan beralih, sementara masa dari partai pengusung SBY-Boediono dinilai cukup solid.
GUNANTO E.S.
Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, kemenangan SBY-Boediono dalam satu kali putaran adalah realistis dan logis.
"Yang menyesatkan adalah justru pernyataan yang ingin membangun kesan ke publik seolah-olah SBY-Boediono hanya didukung suara 20 persen dari Partai Demokrat," kata Anas saat dihubungi, Minggu (14/06).
Padahal, kata dia, pasangan tersebut didukung 24 partai politik yang menguasai 56 persen kursi di parlemen dan 58 persen jumlah suara hasil pemilihan legislatif. Jadi, modal awal yang dimiliki pasangan SBY-Boediono sudah memenuhi syarat untuk memenangkan pemilihan presiden dalam satu putaran.
"Dengan modal seperti itu, tanpa dikatakan satu putaran pun, kalau terjaga, ya satu putaran saja," katanya. Apalagi, kata dia, jika modal dasar tersebut bisa ditingkatkan.
Tentang penilaian arogan, Anas juga menanggapinya santai. "Kalau ada orang yang menganggap sombong atau bahkan memprovokasi rakyat, itu yang tidak mengerti modal dasar kami," katanya.
Menurutnya, target yang dipasang SBY-Boediono tidaklah muluk-muluk, yaitu menjaga perolehan suara 24 partai koalisi sebesar 58 persen konsisten memilih pasangan tersebut. "Syukur-syukur bisa lebih," katanya.
Pasalnya, kata dia, masih banyak split voters dari masa partai pendukung pasangan lain yang kemungkinan akan beralih, sementara masa dari partai pengusung SBY-Boediono dinilai cukup solid.
GUNANTO E.S.
PPP tak Khawatirkan Penurunan Keterpilihan SBY-Boediono
(republika.co.id)JAKARTA--PPP, parpol mitra koalisi pendukung pasangan capres-cawapres SBY-Boediono menyatakan tak khawatir terhadap hasil jajak pendapat sejumlah lembaga survei yang menyebutkan turunnya tingkat keterpilihan SBY-Boediono di mata masyarakat.
"Sebagai partai pendukung, PPP tidak merasa khawatir tentang hasil survei itu," kata Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfiz di Jakarta, Ahad.
Menurut Irgan, hasil survei masyarakat tidak bisa dijadikan patokan menggambarkan kondisi dukungan sesungguhnya, karena dari beragamnya hasil survei dari sejumlah lembaga menunjukkan tingkat keterpilihan tidak bisa secara merata dimonitor oleh lembaga survei.
Sementara sebagai bukti nyata dukungan terhadap pasangan SBY-Boediono, Irgan mengatakan pihaknya akan terus melakukan konsolidasi dan sosialisasi ke internal partai.
"Kita akan terus melakukan konsolildasi agar dukungan terhadap SBY-Boediono signifikan sesuai hasil pemilu legislatif," kata Irgan.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan tetap optimis pasangan SBY-Boediono akan menjadi pemenang dalam pilpres mendatang meski berbagai hasil survei menunjukkan angka keterpilihan pasangan itu menurun.
"Kan siapa pun yang survei, apa pun metodologinya, siapa pun yang membiayai (jajak pendapat itu) hasilnya SBY-Boediono tetap paling tinggi. Dengan hasil itu bukan saja membangun optimisme juga memotivasi tim untuk semakin bekerja keras," kata Anas.
Hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Sabtu (13/6) kemarin menempatkan pasangan SBY-Boediono di posisi pertama dengan 52,5 persen, kedua Mega-Prabowo 24,4 persen dan JK-Wiranto 20,2 persen.
Namun, menurut SSS survei ini juga membandingkan dengan survei lembaga lainnya yang mengindikasikan kecenderungan penurunan elektabilitas pasangan SBY-Boediono.
Misalnya, hasil survei LSI menyebutkan 71 persen, survei pertama LSN 67,1 persen, survei kedua LSN 62,5 persen, LP3ES 54,9 persen, Reform Institute 62,92 persen dan Lingkar Survei Indonesia (LSI) 63,1 persen.
Dijelaskan SSS, beberapa faktor penyebab menurunnya ektabilitas SBY-Boediono, di antaranya komentar berbau SARA yang dilontarkan oleh Ruhut Sitompul tentang tidak adanya peranan masyarakat etnis keturunan Arab, komentar SBY yang menyinggung pengusaha, serta isu neoliberalisme yang terus menerpa Boediono. ant/pur
"Sebagai partai pendukung, PPP tidak merasa khawatir tentang hasil survei itu," kata Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfiz di Jakarta, Ahad.
Menurut Irgan, hasil survei masyarakat tidak bisa dijadikan patokan menggambarkan kondisi dukungan sesungguhnya, karena dari beragamnya hasil survei dari sejumlah lembaga menunjukkan tingkat keterpilihan tidak bisa secara merata dimonitor oleh lembaga survei.
Sementara sebagai bukti nyata dukungan terhadap pasangan SBY-Boediono, Irgan mengatakan pihaknya akan terus melakukan konsolidasi dan sosialisasi ke internal partai.
"Kita akan terus melakukan konsolildasi agar dukungan terhadap SBY-Boediono signifikan sesuai hasil pemilu legislatif," kata Irgan.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan tetap optimis pasangan SBY-Boediono akan menjadi pemenang dalam pilpres mendatang meski berbagai hasil survei menunjukkan angka keterpilihan pasangan itu menurun.
"Kan siapa pun yang survei, apa pun metodologinya, siapa pun yang membiayai (jajak pendapat itu) hasilnya SBY-Boediono tetap paling tinggi. Dengan hasil itu bukan saja membangun optimisme juga memotivasi tim untuk semakin bekerja keras," kata Anas.
Hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Sabtu (13/6) kemarin menempatkan pasangan SBY-Boediono di posisi pertama dengan 52,5 persen, kedua Mega-Prabowo 24,4 persen dan JK-Wiranto 20,2 persen.
Namun, menurut SSS survei ini juga membandingkan dengan survei lembaga lainnya yang mengindikasikan kecenderungan penurunan elektabilitas pasangan SBY-Boediono.
Misalnya, hasil survei LSI menyebutkan 71 persen, survei pertama LSN 67,1 persen, survei kedua LSN 62,5 persen, LP3ES 54,9 persen, Reform Institute 62,92 persen dan Lingkar Survei Indonesia (LSI) 63,1 persen.
Dijelaskan SSS, beberapa faktor penyebab menurunnya ektabilitas SBY-Boediono, di antaranya komentar berbau SARA yang dilontarkan oleh Ruhut Sitompul tentang tidak adanya peranan masyarakat etnis keturunan Arab, komentar SBY yang menyinggung pengusaha, serta isu neoliberalisme yang terus menerpa Boediono. ant/pur
Demokrat Tepis Kader Daerah Membelot
JAKARTA (okezone.com)- Banyaknya kader-kader daerah partai pendukung koalisi SBY-Boedionoyang membelot ke pasangan capres-cawapres lain, tak mau ditanggapi oleh Partai Demokrat. Hal itu akan diselesaikan oleh masing-masing internal partai.
"Bahwa di tingkat lokal ada satu dua yang mempunyai pandangan yang berbeda, kami serahkan penuh kepada mekanisme internal masing-masing partai. Kami tidak ingin disibukkan dengan urusan-urusan seperti itu," ucap Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum di kantor DPP PKPI, Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2009).
Anas menegaskan, bukan hanya di kalangan internal partai, namun juga 24 parpol koalisi solid untuk mengusung dan memenangkan SBY-Boediono.
"Kami punya keyakinan 100 persen, bahwa masing-masing partai peserta koalisi punya kemampuan yang sangat memadai untuk membawa seluruh garda organisasinya untuk konsisten mendukung SBY-Boediono," tuturnya. (hri)
"Bahwa di tingkat lokal ada satu dua yang mempunyai pandangan yang berbeda, kami serahkan penuh kepada mekanisme internal masing-masing partai. Kami tidak ingin disibukkan dengan urusan-urusan seperti itu," ucap Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum di kantor DPP PKPI, Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Minggu (14/6/2009).
Anas menegaskan, bukan hanya di kalangan internal partai, namun juga 24 parpol koalisi solid untuk mengusung dan memenangkan SBY-Boediono.
"Kami punya keyakinan 100 persen, bahwa masing-masing partai peserta koalisi punya kemampuan yang sangat memadai untuk membawa seluruh garda organisasinya untuk konsisten mendukung SBY-Boediono," tuturnya. (hri)
Subscribe to:
Posts (Atom)