Friday, April 30, 2010

Yudi: Anas Unggul Komunikasi Politik

Pengamat politik Universitas Paramadina, Jakarta, Yudi Latif mengatakan sosok Anas Urbaningrum sangat layak menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat karena memiliki keunggulan dalam komunikasi politik.

“Komunikasi politik Anas sangat baik dibandingkan figur lain yang akan maju dalam bursa calon Ketum Partai Demokrat di Konggres Mei mendatang,” kata Yudi Latif saat dihubungi matanews di Jakarta, Jumat.

Selain itu Anas juga dinilainya memiliki kedekatan dengan kader-kader partai Demokrat di tingkat bawah, karena dia terus membina hubungan yang baik.


“Karena Anas memiliki keunggulan dalam komunikasi politik maka tidak heran Anas sangat dekat dengan kader-kader partai di tingkat bawah. Selain itu Anas saya nilai juga sangat tenang dalam menghadapi masalah, sehingga masalah apa pun bisa dia tuntaskan” jelas Yudi.

Ketika ditanya mengenai masa depan Partai Demokrat, Yudi mengatakan partai Demokrat apabila mau menjadi partai yang besar dan kuat, harus bisa melepaskan diri dari ketergantungan pada figur SBY.

“Iya memang bukan berarti SBY dilepaskan dari partai Demokrat. Tapi figur SBY adalah ikon partai itu yang harus dihilangkan. Partai Demokrat dicintai pendukungnya bukan karena SBY tapi karena citra partainya,” papar Yudi.(*edy/z)

Tuesday, April 27, 2010

Anas: Partai Demokrat Butuh Proses Regenerasi yang Sehat

TEMPO Interaktif, Jakarta - Calon Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengingatkan kembali bahwa sebagai partai baru, Partai Demokrat membutuhkan proses politik yang sehat, matang, dewasa dan menghargai calon lainnya dalam proses regenerasinya.

"Gunakan politik putih yang baik, artinya tidak boleh saling serang, merendahkan, melakukan kampanye negatif," kata dia di Gedung DPR, Selasa (27/4).

Pernyataan Anas ini mengomentari ajakan bergabung dari pesaingnya, Andi Mallarangeng. Menurut Anas, kultur politik seperti yang dituturkannya itu menjadi penjamin masa depan Partai Demokrat.

"Membangun tradisi seperti itu harus di ikhtiarkan, tidak mungkin lahir begitu saja, tidak mungkin datang dari langit," kata Ketua Fraksi Demokrat di DPR itu.

Anas menekankan, lebih elok diajarkan kompetisi yang baik dengan semangat persahabatan, dan bukan konflik. "Kompetisi yang justru bisa mendorong konsolidasi partai sejati, bukan memecah belah. Itu yang harus dibangun," ujar Anas.

Anas menyatakan tetap berpikir positif bahwa ajakan yang datang dari kubu Andi Mallarangeng mengandung motivasi yang baik dan positif. "Nanti juga kita akan bergabung lagi (usai Kongres)," kata dia.

Kongres yang diantaranya akan menyajikan ajang perebutan posisi Ketua Umum akan digelar Partai Demokrat bulan depan di Bandung, Jawa Barat.

Anas Yakin Penahan Misbakhun Tidak Dipolitisir

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum meminta tidak berburuk sangka atas penahanan politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Mukhamad Misbakhun oleh Markas besar Kepolisian Republik Indonesia.

"Saya yakin tidak ada kaitannya dengan politik atau pansus (Bank Century)," kata Anas di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/4).

Menurut mantan anggota pansus angket Bank Century ini, penahanan Misbakhun jangan dilihat dari latar belakang orang yang diproses.

Justru dengan proses ini, akan diketahui apakah Misbakhun bersalah atau tidak secara hukum. "Ini kesempatan penegak hukum untuk bekerja profesional." kata Anas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mabes Polri menahan Misbakhun tadi malam. Politikus dari PKS itu diduga memalsukan surat untuk mendapatkan L/C dari Bank Century senilai USD 22,5 juta.

Anas: Partai Demokrat Butuh Proses Regenerasi yang Sehat

TEMPO Interaktif, Jakarta - Calon Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengingatkan kembali bahwa sebagai partai baru, Partai Demokrat membutuhkan proses politik yang sehat, matang, dewasa dan menghargai calon lainnya dalam proses regenerasinya.

"Gunakan politik putih yang baik, artinya tidak boleh saling serang, merendahkan, melakukan kampanye negatif," kata dia di Gedung DPR, Selasa (27/4).

Pernyataan Anas ini mengomentari ajakan bergabung dari pesaingnya, Andi Mallarangeng. Menurut Anas, kultur politik seperti yang dituturkannya itu menjadi penjamin masa depan Partai Demokrat.

"Membangun tradisi seperti itu harus di ikhtiarkan, tidak mungkin lahir begitu saja, tidak mungkin datang dari langit," kata Ketua Fraksi Demokrat di DPR itu.

Anas menekankan, lebih elok diajarkan kompetisi yang baik dengan semangat persahabatan, dan bukan konflik. "Kompetisi yang justru bisa mendorong konsolidasi partai sejati, bukan memecah belah. Itu yang harus dibangun," ujar Anas.

Anas menyatakan tetap berpikir positif bahwa ajakan yang datang dari kubu Andi Mallarangeng mengandung motivasi yang baik dan positif. "Nanti juga kita akan bergabung lagi (usai Kongres)," kata dia.

Kongres yang diantaranya akan menyajikan ajang perebutan posisi Ketua Umum akan digelar Partai Demokrat bulan depan di Bandung, Jawa Barat.

Monday, April 26, 2010

Anas Yakin Penahan Misbakhun Tidak Dipolitisir

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum meminta tidak berburuk sangka atas penahanan politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Mukhamad Misbakhun oleh Markas besar Kepolisian Republik Indonesia.

"Saya yakin tidak ada kaitannya dengan politik atau pansus (Bank Century)," kata Anas di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/4).

Menurut mantan anggota pansus angket Bank Century ini, penahanan Misbakhun jangan dilihat dari latar belakang orang yang diproses.

Justru dengan proses ini, akan diketahui apakah Misbakhun bersalah atau tidak secara hukum. "Ini kesempatan penegak hukum untuk bekerja profesional." kata Anas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mabes Polri menahan Misbakhun tadi malam. Politikus dari PKS itu diduga memalsukan surat untuk mendapatkan L/C dari Bank Century senilai USD 22,5 juta.

Anas Yakin Penahan Misbakhun Tidak Dipolitisir

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum meminta tidak berburuk sangka atas penahanan politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Mukhamad Misbakhun oleh Markas besar Kepolisian Republik Indonesia.

"Saya yakin tidak ada kaitannya dengan politik atau pansus (Bank Century)," kata Anas di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/4).

Menurut mantan anggota pansus angket Bank Century ini, penahanan Misbakhun jangan dilihat dari latar belakang orang yang diproses.

Justru dengan proses ini, akan diketahui apakah Misbakhun bersalah atau tidak secara hukum. "Ini kesempatan penegak hukum untuk bekerja profesional." kata Anas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mabes Polri menahan Misbakhun tadi malam. Politikus dari PKS itu diduga memalsukan surat untuk mendapatkan L/C dari Bank Century senilai USD 22,5 juta.

Anas: Partai Koalisi Sepakat Perkokoh Komunikasi

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, partainya sepakat terus memperkokoh koalisi dan segera membentuk sekretariat bersama untuk menjamin kelancaran komunikasi dan saling kesepahaman antarpartai koalisi.

"Yang paling pokok dari pertemuan tadi adalah kesepakatan politik untuk memperkokoh koalisi dan akan segera membentuk sekretariat bersama partai koalisi sebagai sebuah forum," kata Anas ANTARA di Jakarta, Senin malam, usai menghadiri rapat di kediaman Ketua DPP Partai Demokrat Syarif Hassan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Anas mengatakan, dalam pertemuan itu memang tidak spesifik membicarakan hak menyatakan pendapat yang saat ini tengah diusahakan sejumlah anggota DPR, namun itu otomatis tentu dibicarakan di tingkat koalisi.

"Itu konsekuensinya (dari kesepakatan koalisi), detail yang lain akan dibicarakan, yang jelas pertemuan tadi sepakat untuk memperkokoh koalisi," katanya.

Anas menolak kalim bahwa pertemuan beberapa jam itu diselenggarakan berkaitan dengan upaya DPR mendorong hak menyatakan pendapat. "Ini pertemuan berkala yang memang biasa dilakukan," tegasnya.

Dalam pertemuan itu Anas mengatakan semua perwakilan koalisi hadir antara lain dari Partai Golkar Idrus Markham dan Setya Novanto, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Chosin Chumaidi, Sekjen PPP Irgan Chairul Mahfidz dan sejumlah tokoh partai koalisi lainnya.