Solok,(ANTARA)- Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok, Asrul Tanjung, mengatakan, ketua Fraksi Demokrat di DPR RI, Anas Urbaningrum sangat pantas memimpin Partai pemenang pemilu 2009 ini." Anas memiliki segala syarat untuk dipilih sebagai orang nomor satu di Demokrat. Saya yakin, di tangan dia, Demokrat akan semakin maju,"katanya. Khusus untuk Sumatera Barat, wakil ketua DPRD Kabupaten Solok ini, optimis, suara untuk Anas akan bulat. "Setidaknya, 70 persen suara daerah di Sumbar, akan diberikan kepada Anas Urbaningrum," katanya optimis. Dalam kaca mata politik, kata Asrul, Anas pun telah mampu menunjukkan segala kelebihannya. | |
" Di mata seorang Anas Urbaningrum, tidak ada musuh dalam berpolitik. Inilah menurut saya yang akan menjadi kartu truf Anas Urbaningrum, "katanya mengakhiri. (*/tdy) | |
Saturday, April 10, 2010
PD Kabupaten Solok : Anas Pantas Pimpin Demokrat
Anas Urbaningrum SBY Guru Politik Saya
KANDIDAT ketua umum Demokrat, Anas Urbaningrum menjemput Presiden SBY di Bandara Halim Perda-nakusumah, kemarin. Presiden dan rombongan, baru pulang dari Hanoi Vietnam, untuk menghadiri KTT Asean
ke-16.
Selain Anas, sejumlah pejabat negara lainnya juga menjemput Presiden. Namun, kehadiran Anas tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi wartawan. Soalnya, tak biasanya, Anas ada dalam rombongan yang menjemput kedatangan Presiden dari kunjungan luar negeri. Apakah ini ada kaitannya dengan permohonan restu untuk maju sebagai ketum demokrat? Ketua Fraksi Demokrat
di DPR itu cuma senyum. "Tidak (minta restu)," kata bekas ketua PU I IMI ini. Kepada pers. Anas mengatakan melaporkan beberapa masalah terkait fraksinya di DPR kepada SBY. "Sebagai ketua fraksi, ada hal penting yang
saya sampaikan kepada SBY selaku ketua dewan pembina, liu urusan agenda-agenda fraksi." katanya. Rombongan Presiden tiba pukul 14.00 WIB. Saat pintu pesawat Garuda Boeing 737-800 dibuka, tampaklah Presiden didampingi sejumlah pejabat, yaitu Menko Polhukkam Djoko Suyanto, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Mendag Marie Elka Pangestu dau Wantimpes Hasan Wirajuda. Hadir pula anggota DPR RI Max Sopacua, anggota Fraksi Demokrat Salim Mengga dan anggota DPD Muhammad Asri Anas.
Rakyat Merdeka yang juga ikut dalam rombongan Presiden melihat, para penjemput adalah Wapres Boediono dan istri, serta sejumlah menteri. Termasuk Anas yang datang berbaju batik coklat. Setelah mendarat, SBY langsung memasuki ruang VVIP bandara dan melakukan pertemuan sekitar 30 menit secara tertutup. Anas juga ikut masuk disitu.
Kepada pers, soal pencalonannya. Anas mengatakan terus melakukan konsolidasi dan silaturahmi dengan beberapa pengurus di daerah. "Banyak jalan menuju Roma, silaturahim dengan teman-teman wartawan," ujarnya sambil senyum.
Tentang survei, dia menanggapi dengan ringan. "Tidak ada pihak yang dikalahkan atau mengalahkan, tetapi berkompetisi secara sehat dan hangat. Kita serahkan pada forum kongres. Para peserta kongres memilih siapa yang paling cocok memimpin partai lima ;ahun ke depan," katanya.
Kepada Rakyat Merdeka, Anas mengatakan, SBY adalah guru besar politik baginya. "Bagi saya, SBY adalah tokoh yang layak diteladani. Mencontoh SBY adalah bagian dari kebanggan kader Demokrat. Boleh dibilang bahwa SBY adalah guru-besar politik saya," kataAnas.
Dia mengatakan, sosok SBY adalah inspirator baginya untuk bergabung
dengan Demokrat, selain manifesto politik yang dirasa cocok dengan Indonesia saat ini maupun masa-masa mendatang.
"Karakter politik bersih, cerdas dan santun jelas-jelas melekat dan menyatu di dalam sikap dan perilaku SBY. Itulah yang membuat SBY patut menjadi role model bagi generasi baru politisi di Indonesia," puji Anas lagi.
Kekaguman Anas terhadap SBY diamini oleh anggota timsesnya, Saan Mustopa. Kata Saan, dalam setiap kesempatan. Anas selalu menyampaikan kepada kader Demokrat yang lain, dia ingin melaksanakan, menterjemahkan, serta menjalankan pikiran-pikiran politik SBY.
"Dalam setiap kesempatan, Anas selalu mencoba melaksanakan, menerapkan, atau mengamalkan ajaran politik Pak SBY dalam membangun Demokrat maupun membangun demokrasi di Indonesia. Bisa dibilang, SBY merupakan guru besar politiknya dia," kata Saan.
Menurut Saan, Anas adalah SBY mu-
da. "Sama dulu ketika orang mengidentikkan Cak Nur sebagai Natsir muda. Pak Anas ingin sekali melaksanakan gagasan-gagasan Pak SBY," ujar dia. Tanggapan Pihak Andi
Secara terpisah, Wakil Timses Andi Mallarangeng, I Wayan Gunarsa menyatakan, kehadiran Anas menjemput SBY adalah hal yang wajar.
"Saya pikir itu hal biasa. Bisa saja sekarang Anas, besok Andi (yang menjemput). Keduanya punya kedekatan sama. Andi menteri sedangkan Anas ketua fraksi," katanya.
Dia mengingatkan bahwa kongres adalah wadah bagi kader untuk memimpin bukan untuk perang. "Kongres ini bukan perang kader, tetapi usaha kader untuk memimpin partai," katanya.
Soal kehadiran Anas di Halim, I Wayan mempersilakan orang menafsirkan. "Karena saat ini mendekati kongres, bisa saja orang menilai itu untuk lobi. Tapi silakan tafsirkan sendiri," katanya.
okt/dhn
32 DPC Jawa Tengah Dukung Anas Urbaningrum
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Sekitar 32 Ketua DPC Partai Demokrat se-Jawa Tengah, Senin (11/4/2010) siap mengerahkan dukungan terhadap Kandidat Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Dukungan terhadap Anas ini akan dideklarasikan di Hotel Manohara, Candi Borobudur, Jawa Tengah.
"Deklarasi dukungan Ketua DPC dilakukan pukul 14.00 WIB," kata Ketua DPC Demokrat Purworejo Muhammad Abdullah kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Minggu (11/4/2010).
Menurut Abdullah, 32 dukungan DPC ini tersebar di 27 Jawa Tengah, dan 5 DPC Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dukungan Ketua DPC ini seolah mematahkan klaim pihak kandidat Andi Mallarangeng. Sebelumnya, Andi mengklaim memiliki dukungan mayoritas di Jawa Tengah. 36 suara dari Jawa Tengah itu terdiri dari satu suara pengurus daerah Jawa Tengah dan 35 cabang Partai Demokrat Jawa Tengah.
Anas: Banyak Jalan Menuju Roma
Anas memiliki cara yang berbeda untuk menarik simpati para peserta kongres Partai Demokrat.
Anas yang ditemui di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu, ketika ditanya apa akan melakukan hal yang sama seperti kandidat yang lain guna menarik simpati? Sambil tersenyum Anas menjawab "Banyak jalan menuju Roma," ujarnya singkat.
Ia juga merasa bersyukur ketika namanya berdasar survei berada ditingkat teratas.
Anas juga menegaskan walaupun dirinya akan bersaing dengan sesama rekannya, namun tidak akan ada istilah menang atau dikalahkan.
"Kita serahkan pada kongres, pasti para peserta kongres akan memilih yang terbaik dan yang paling cocok memimpin partai ke depan," pungkasnya. [Win/wdh]
Anas: Banyak Jalan Menuju Roma
Jakarta - Anas Urbaningrum calon Ketua Umum Partai Demokrat tampaknya tak ingin mengambil langkah yang sama seperti kandidat lain, Andi Mallarangeng. Anas memiliki cara yang berbeda untuk menarik simpati para peserta kongres Partai Demokrat. Anas yang ditemui di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu, ketika ditanya apa akan melakukan hal yang sama seperti kandidat yang lain guna menarik simpati? Sambil tersenyum Anas menjawab "Banyak jalan menuju Roma," ujarnya singkat. Ia juga merasa bersyukur ketika namanya berdasar survei berada ditingkat teratas.
| |
Anas juga menegaskan walaupun dirinya akan bersaing dengan sesama rekannya, namun tidak akan ada istilah menang atau dikalahkan. "Kita serahkan pada kongres, pasti para peserta kongres akan memilih yang terbaik dan yang paling cocok memimpin partai ke depan," pungkasnya. [Win/wdh] | |
Kubu Anas Waspadai Politik Uang
''Pak Anas mengingatkan jangan sampai ada tsunamimoney politic,'' kata Juru Bicara Tim Sukses Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, Jumat (9/4). Kader Partai Demokrat, kata Angelina, harus tegas menghindari praktik-praktik semacam itu.
Angelina mengingatkan, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menekankan pentingnya proses demokrasi di tubuh partai. ''Pak SBY sendiri mengingatkan bahwa demokrasi tercium dalam proses pemilihan ketua umum di kongres nanti,'' ujar Angelina.
Dalam kesempatan itu, Angelina mengatakan, nama Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY diharapkan tidak dibawa-bawa dan dijadikan komoditas dalam pencalonan. Dukungan terhadap Anas, kata Angelina, masih terbesar dibandingkan calon ketua umum lainnya.
Angelina mengatakan, hingga Jumat (9/4), DPC dan DPD Partai Demokrat yang menyatakan dukungan resmi terhadap Anas bertambah lagi 20 dari sebelumnya berjumlah 359 DPC dan DPD. ''Jumlah dukungan bertambah setelah Pak Anas menyatakan tetap maju sebagai calon ketua umum,'' katanya.
Angelina mengakui, DPC dan DPD sempat ragu untuk mendukung Anas karena adanya kabar Anas akan menerima tawaran posisi sekretaris jenderal dari salah satu calon ketua umum. Setelah Anas menyatakan tetap akan bersaing, dukungan terus mengalir.
Angelina mengatakan, basis massa dukungan bagi Anas datang dari Jateng, Jatim, dan Sulut. Dari 35 DPC di Jateng, sebanyak 27 DPC sudah konfirmasi mendukung Anas. Di Sulut, sudah ada konfirmasi 14 DPC yang mendukung Anas dari total 15 DPC. ''Dukungan itu dinyatakan dalam hitam di atas putih,'' kata Angelina.
Pengamat politik Yudi Latif mengatakan, dinamika politik dalam pemilihan ketua umum Partai Demokrat harus benar-benar berjalan demokratis. Dengan kata lain, ketua umum yang terpilih tidak boleh merupakan pilihan satu orang tokoh di dalam partai itu.Yudi mengatakan, ketua umum Partai Demokrat jangan sampai hanya ditentukan oleh pilihan SBY. ''Ini ujian bagi Partai Demokrat menjadi partai berwibawa.''
Partai Demokrat, sesuai dengan namanya, harus demokratis dalam menentukan ketua umum. ''Ketua umum yang terpilih sebaiknya kader terbaik partai yang sudah melalui mekanisme pemilihan yang demokratis, bukan atas penunjukan tokoh partai. ikhsan s, ed: sadewo
Friday, April 9, 2010
Kubu Anas Waspadai Politik Uang
JAKARTA-- Persaingan menuju posisi ketua umum Partai Demokrat semakin panas. Kubu Anas Urbaningrum mulai mewaspadai adanya politik uang dalam Kongres II Partai Demokrat. Selain itu, kubu Anas juga mewaspadai adanya intimidasi terhadap peserta kongres.
''Pak Anas mengingatkan jangan sampai ada tsunamimoney politic,'' kata Juru Bicara Tim Sukses Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, Jumat (9/4). Kader Partai Demokrat, kata Angelina, harus tegas menghindari praktik-praktik semacam itu.
Angelina mengingatkan, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menekankan pentingnya proses demokrasi di tubuh partai. ''Pak SBY sendiri mengingatkan bahwa demokrasi tercium dalam proses pemilihan ketua umum di kongres nanti,'' ujar Angelina.
Dalam kesempatan itu, Angelina mengatakan, nama Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY diharapkan tidak dibawa-bawa dan dijadikan komoditas dalam pencalonan. Dukungan terhadap Anas, kata Angelina, masih terbesar dibandingkan calon ketua umum lainnya.
Angelina mengatakan, hingga Jumat (9/4), DPC dan DPD Partai Demokrat yang menyatakan dukungan resmi terhadap Anas bertambah lagi 20 dari sebelumnya berjumlah 359 DPC dan DPD. ''Jumlah dukungan bertambah setelah Pak Anas menyatakan tetap maju sebagai calon ketua umum,'' katanya.
Angelina mengakui, DPC dan DPD sempat ragu untuk mendukung Anas karena adanya kabar Anas akan menerima tawaran posisi sekretaris jenderal dari salah satu calon ketua umum. Setelah Anas menyatakan tetap akan bersaing, dukungan terus mengalir.
Angelina mengatakan, basis massa dukungan bagi Anas datang dari Jateng, Jatim, dan Sulut. Dari 35 DPC di Jateng, sebanyak 27 DPC sudah konfirmasi mendukung Anas. Di Sulut, sudah ada konfirmasi 14 DPC yang mendukung Anas dari total 15 DPC. ''Dukungan itu dinyatakan dalam hitam di atas putih,'' kata Angelina.
Pengamat politik Yudi Latif mengatakan, dinamika politik dalam pemilihan ketua umum Partai Demokrat harus benar-benar berjalan demokratis. Dengan kata lain, ketua umum yang terpilih tidak boleh merupakan pilihan satu orang tokoh di dalam partai itu.Yudi mengatakan, ketua umum Partai Demokrat jangan sampai hanya ditentukan oleh pilihan SBY. ''Ini ujian bagi Partai Demokrat menjadi partai berwibawa.''
Partai Demokrat, sesuai dengan namanya, harus demokratis dalam menentukan ketua umum. ''Ketua umum yang terpilih sebaiknya kader terbaik partai yang sudah melalui mekanisme pemilihan yang demokratis, bukan atas penunjukan tokoh partai. ikhsan s, ed: sadewo