Saturday, April 10, 2010

Setrum Anas Urbaningrum dari Miangas sampai Rote

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, hingga saat ini dirinya belum menghitung jumlah dukungan daerah baik DPC dan DPD yang diperolehnya ketika berlaga di ajang perebutan kursi "Demokrat 1" nanti.

"Namun, yang kami rasakan, arus dukungan atau 'setrum' di daerah itu makin kuat dan merata. 'Setrumnya' makin terasa, sekaligus terdistribusi merata dari Sabang ke Merauke, dari Miangas sampai Rote," ujar Anas pada jumpa pers, Minggu (11/4/2010) di Jakarta.

Hal inilah yang dijadikan Anas, yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, sebagai modal baginya untuk melenggang ke arena pertarungan kursi ketua umum Partai Demokrat.

Seperti diwartakan, sebelum memutuskan maju, mantan anggota Komisi Pemilihan Umum itu telah melakukan silaturahmi dengan pimpinan DPC dan DPD PD.

Tidak ada dikotomi tua dan muda

Terkait regenerasi partai, Anas meminta jangan ada dikotomi kader muda dan tua. Soal perekrutan kader muda, Anas hanya memandangnya sebagai cara agar partai politik tetap bertumbuh dan berkembang. Regenerasi adalah hal yang alamiah bagi perjalanan partai politik.

"Partai harus mendayagunakan seluruh potensi kader secara optimal. Tentu tidak perlu ada dikotomi kader tua dan muda. Semua kader partai harus berperan optimal sesuai pengalaman, kapasitas, kompetensi, dan posisinya di partai. Partai harus mampu meramu potensi kader dalam berbagai tipologi," imbuhnya.

Tantangan partai politik di masa mendatang, kata Anas, adalah bahaya sikap pragmatisme politik. "Itu realitas yang dihadapi seluruh partai. Karena itu partai harus memiliki karakter dan jatidiri. Sebagai partai yang masih muda, budaya ini harus terus dibangun," katanya.

Anas Urbaningrum SBY Guru Politik Saya

KANDIDAT ketua umum Demokrat, Anas Urbaningrum menjemput Presiden SBY di Bandara Halim Perda-nakusumah, kemarin. Presiden dan rombongan, baru pulang dari Hanoi Vietnam, untuk menghadiri KTT Asean
ke-16.

Selain Anas, sejumlah pejabat negara lainnya juga menjemput Presiden. Namun, kehadiran Anas tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi wartawan. Soalnya, tak biasanya, Anas ada dalam rombongan yang menjemput kedatangan Presiden dari kunjungan luar negeri. Apakah ini ada kaitannya dengan permohonan restu untuk maju sebagai ketum demokrat? Ketua Fraksi Demokrat


di DPR itu cuma senyum. "Tidak (minta restu)," kata bekas ketua PU I IMI ini. Kepada pers. Anas mengatakan melaporkan beberapa masalah terkait fraksinya di DPR kepada SBY. "Sebagai ketua fraksi, ada hal penting yang
saya sampaikan kepada SBY selaku ketua dewan pembina, liu urusan agenda-agenda fraksi." katanya. Rombongan Presiden tiba pukul 14.00 WIB. Saat pintu pesawat Garuda Boeing 737-800 dibuka, tampaklah Presiden didampingi sejumlah pejabat, yaitu Menko Polhukkam Djoko Suyanto, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Mendag Marie Elka Pangestu dau Wantimpes Hasan Wirajuda. Hadir pula anggota DPR RI Max Sopacua, anggota Fraksi Demokrat Salim Mengga dan anggota DPD Muhammad Asri Anas.

Rakyat Merdeka yang juga ikut dalam rombongan Presiden melihat, para penjemput adalah Wapres Boediono dan istri, serta sejumlah menteri. Termasuk Anas yang datang berbaju batik coklat. Setelah mendarat, SBY langsung memasuki ruang VVIP bandara dan melakukan pertemuan sekitar 30 menit secara tertutup. Anas juga ikut masuk disitu.

Kepada pers, soal pencalonannya. Anas mengatakan terus melakukan konsolidasi dan silaturahmi dengan beberapa pengurus di daerah. "Banyak jalan menuju Roma, silaturahim dengan teman-teman wartawan," ujarnya sambil senyum.

Tentang survei, dia menanggapi dengan ringan. "Tidak ada pihak yang dikalahkan atau mengalahkan, tetapi berkompetisi secara sehat dan hangat. Kita serahkan pada forum kongres. Para peserta kongres memilih siapa yang paling cocok memimpin partai lima ;ahun ke depan," katanya.

Kepada Rakyat Merdeka, Anas mengatakan, SBY adalah guru besar politik baginya. "Bagi saya, SBY adalah tokoh yang layak diteladani. Mencontoh SBY adalah bagian dari kebanggan kader Demokrat. Boleh dibilang bahwa SBY adalah guru-besar politik saya," kataAnas.

Dia mengatakan, sosok SBY adalah inspirator baginya untuk bergabung

dengan Demokrat, selain manifesto politik yang dirasa cocok dengan Indonesia saat ini maupun masa-masa mendatang.

"Karakter politik bersih, cerdas dan santun jelas-jelas melekat dan menyatu di dalam sikap dan perilaku SBY. Itulah yang membuat SBY patut menjadi role model bagi generasi baru politisi di Indonesia," puji Anas lagi.

Kekaguman Anas terhadap SBY diamini oleh anggota timsesnya, Saan Mustopa. Kata Saan, dalam setiap kesempatan. Anas selalu menyampaikan kepada kader Demokrat yang lain, dia ingin melaksanakan, menterjemahkan, serta menjalankan pikiran-pikiran politik SBY.

"Dalam setiap kesempatan, Anas selalu mencoba melaksanakan, menerapkan, atau mengamalkan ajaran politik Pak SBY dalam membangun Demokrat maupun membangun demokrasi di Indonesia. Bisa dibilang, SBY merupakan guru besar politiknya dia," kata Saan.

Menurut Saan, Anas adalah SBY mu-
da. "Sama dulu ketika orang mengidentikkan Cak Nur sebagai Natsir muda. Pak Anas ingin sekali melaksanakan gagasan-gagasan Pak SBY," ujar dia. Tanggapan Pihak Andi

Secara terpisah, Wakil Timses Andi Mallarangeng, I Wayan Gunarsa menyatakan, kehadiran Anas menjemput SBY adalah hal yang wajar.

"Saya pikir itu hal biasa. Bisa saja sekarang Anas, besok Andi (yang menjemput). Keduanya punya kedekatan sama. Andi menteri sedangkan Anas ketua fraksi," katanya.

Dia mengingatkan bahwa kongres adalah wadah bagi kader untuk memimpin bukan untuk perang. "Kongres ini bukan perang kader, tetapi usaha kader untuk memimpin partai," katanya.

Soal kehadiran Anas di Halim, I Wayan mempersilakan orang menafsirkan. "Karena saat ini mendekati kongres, bisa saja orang menilai itu untuk lobi. Tapi silakan tafsirkan sendiri," katanya.

okt/dhn

32 DPC Jawa Tengah Dukung Anas Urbaningrum

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Sekitar 32 Ketua DPC Partai Demokrat se-Jawa Tengah, Senin (11/4/2010) siap mengerahkan dukungan terhadap Kandidat Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Dukungan terhadap Anas ini akan dideklarasikan di Hotel Manohara, Candi Borobudur, Jawa Tengah.

"Deklarasi dukungan Ketua DPC dilakukan pukul 14.00 WIB," kata Ketua DPC Demokrat Purworejo Muhammad Abdullah kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Minggu (11/4/2010).

Menurut Abdullah, 32 dukungan DPC ini tersebar di 27 Jawa Tengah, dan 5 DPC Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dukungan Ketua DPC ini seolah mematahkan klaim pihak kandidat Andi Mallarangeng. Sebelumnya, Andi mengklaim memiliki dukungan mayoritas di Jawa Tengah. 36 suara dari Jawa Tengah itu terdiri dari satu suara pengurus daerah Jawa Tengah dan 35 cabang Partai Demokrat Jawa Tengah.

Jelang Kongres, Anas Yakin SBY Tak Intervensi

JAKARTA - Kandidat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum memuji Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Demokrat Sejati. Karena itulah, pihaknya tidak yakin SBY condong ke salah satu kandidat.

"Jadi saya masih berkeyakinan Pak SBY seorang demokrat sejati. Kalau ada kekhawatiran dari luar bahwa Pak SBY akan intervensi, saya rasa tidak benar," kata Anas di sela silaturahmi dengan wartawan siang ini, Minggu (11/4/2010).

Dalam kesempatan itu, Anas didampingi sejumlah tim sukses yakni, Ahmad Mubarok (Ketua), Angelina Sondakh (Sekretaris), Adjie Masaid, Saan Mustofa, Dasril Djabar, Mirwan Amir, Ruhut Sitompul, Irfan Gani, dan simpatisan lainnya.

Sementara itu, Ketua Tim Sukses Anas, Ahmad Mubarok mengatakan, jika nantinya menang di kongres pihaknya akan merangkul semua kandidat, termasuk Andi Mallarangeng. "Tapi posisinya sesuai dengan jabatan Andi Mallarangeng sekarang. Ia akan ditempatkan sebagai Ketua Departemen Pemuda dan Olahraga," kata Mubarok.

Mubarok tidak mau menanggapi terkait adanya isu kampnye hitam atau black campaign dari pihak Andi Mallarangeng terhadap kandidat lain. "Kita tidak merasa dan tidak melakukan black campaign seperti yang dituduhkan," ungkap dia.

Ketika ditanya, banyaknya pengusaha yang mendukung Andi, Wakil Ketua Umum DPP PD itu mengatakan, meskipun banyak pengusaha dan banyaknya uang di kubu Andi, tidak akan berpengaruh. "Biar duitnya kesana tapi nurani ke Anas," tegas Mubarok.
(Ahmad Baidowi/Koran SI/teb)

Anas Janji Perkuat Kelembagaan Partai Demokrat

JAKARTA - Kandidat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bertekad akan memperkuat kelembagaan partai jika nanti terpilih pada Kongres II Partai Demokrat.

Penegasan tersebut disampaikan Anas saat silaturahmi dengan wartawan di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta Selatan, siang ini.

Dalam kesempatan tersebut, Anas didampingi sejumlah tim sukses, yakni Ahmad Mubarok, Angelina Sondakh, Adjie Massaid, Saan Mustofa, Dasril Djabar, Mirwan Amir, Ruhut Sitompul, Irfan Gani, dan simpatisan lainnya.

"Kami tidak hanya akan menjadikan Partai Demokrat besar tapi juga kuat, "kata Anas yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat ini, Minggu (11/4/2010)

Mantan Ketua PB HMI ini bertekad akan menjadikan Partai Demokrat memiliki dua karakter, yakni sebagai partai kader dan partai massa.

Dengan dua karakter tersebut, Partai Demokrat akan menjadi partai besar, kuat, dan modern.

(Ahmad Baidowi/koran SI/lam)

Di Mata Sutan, Anas Ibarat Tanah Liat

Jakarta, RMOL. Ibarat tanah, Anas Urbaningrum adalah tanah liat yang masih bisa dibentuk.

Demikian perumpamaan yang disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Batoegana untuk menggambarkan sosok Anas Urbaningrum yang juga mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Menurut Sutan, walau dari sisi usia masih terbilang muda namun Anas yang kini adalah Ketua Fraksi Partai Demokrat memiliki pengalaman dalam membangun partai. Usia, sambungnya, bukan alasan untuk menentukan apakah seseorang patut disebut tua atau muda.

Partai Demokrat, masih ujarnya, mencari kader partai yang mampu meningkatkan daya saing partai itu dalam Pemilu 2014.

Anggota komisi VII ini juga mengingatkan pesan SBY agar semua kandidat ketua umum berkompetisi dengan santun dan menjunjung moral. SBY, katanya, menginginkan kader yang mengakar ke bawah, cerdas, bersih dan santun.[guh]

Anas Urbaningrum Layak jadi Ketua Umum Partai Demokrat

TRIBUNNEWS,COM, YOGYAKARTA --- Anas Urbaningrum pantas menjadi Ketua Umum Partai Demokrat 2010. Anas memiliki karakter santun, bersih, cerdas dan santun serta tidak pernah membuat orang tersinggung.

Demikian disampaikan Ketua Tim Sukses Anas Urbaningrum wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Sudewo di Yogyakarta, Minggu (11/4/2010).
"Dia tidak membuat-buat karakter ini hanya sekedar menjelang kongres saja," paparnya.

Lebih lanjut anggota DPR ini mengatakan, peran Anas di Demokrat selama lima tahun membuat wawasan dan pengetahuan perihal kondisi akhir Demokrat berada di tangan.

"Anas tahu betul persoalan di internal partai sehingga dia akan mempunyai kebijakan yang lebih sempurna dalam menutupi kekurangan yang ada," sergahnya.

Dengan ragam kepiawaian Anas tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI ini meyakini dukungan terhadap Anas akan menanjak.

"Dari kegiatan silaturahmi di Hotel Sultan, tercatat sekitar 359 DPC yang memiliki suara mendukung Anas. Sekarang, sudah mencapai 480 suara," urainya.

Ketua DPC Purworejo mengemukakan, kehadiran Andi Mallarangeng di Jawa Tengah beberapa hari yang lalu, bukan untuk menggalang dukungan.

"Kehadiran AM untuk silaturahmi saja, bukan dukungan," terangnya.

Total pemegang suara pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat mencapai 531 suara. Hak suara tersebar di 497 DPC, 33 DPD dan satu DPP.