JAKARTA - Partai Demokrat akan menyerahkan usulan Cawapres dari Partai Amanat Nasional (PAN) kepada Susilo Bambang Yudhoyono sebagai incumbent.
Keputusan Rakernas PAN di Yogyakarta mengusung nama Wakil Ketua Majelis Pertimbang Partai (MPP) Hatta Rajasa untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam bursa Pemilu Presiden 2009.
"PD menyerahkan sepenuhnya urusan cawapres kepada SBY sebagai capres dari Demokrat. Kami percaya bahwa SBY akan memilih yang tepat dan terbaik dari sejumlah nama yang semuanya baik dan mampu," ujar Anas Urbaningrum kepada okezone, Minggu (3/5/2009).
Menurutnya, kehadiran PAN untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat akan memperkuat barisan pemenangan SBY sebagai presiden 2009-2014. Apalagi, PAN merupakan salah satu partai yang terbilang sukses dalam pemilihan umum legislatif (Pileg) 2009.
"Kehadiran PAN sangat berarti," tambah Anas.
Keputusan SBY menetapkan cawapres yang tepat dan terbaik untuk mendampinginya akan diputuskan sampai KPU menetapkan hasil Pileg.
Ketua DPP PAN Patrialis Akbar membacakan keputusan Rakernas PAN yang merupakan keputusan final dan mengikat. Dalam Rakernas tersebut, tidak tampak kehadiran Ketua Umum PAN, Soetrisno Bachir.
"Secara aklamasi memutuskan PAN melakukan koalisi dengan Partai Demokrat. Kedua, secara aklamasi diputuskan bahwa Hatta Rajasa dicalonkan sebagai wakil presiden," ucapnya di Yogyakarta, Sabtu 2 Mei. (nov)
Saturday, May 2, 2009
Anas: Cawapres SBY Nantinya Lebih Tepat, Mantap dan Barokah
(detik.com) Jakarta - Siapa cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih dirahasiakan. Namun Tim 9 Partai Demokrat (PD) terus melakukan pertemuan-pertemuan untuk membahas pengganti Jusuf Kalla (JK) untuk bersanding dengan SBY dalam Pilpres 2009.
Sabtu malam tadi, Tim 9 berkumpul di kediaman SBY untuk mematangkan siapa cawapres SBY. Siapakah dia? "Yang penting lebih tepat, lebih mantap dan lebih barokah," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum kepada detikcom via telepon, Minggu (3/5/2009) dinihari.
Saat dihubungi detikcom, Anas barusaja menyelesaikan rapat Tim 9 PD dengan Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Anas, meski Partai Amanat Nasional (PAN) telah mencalonkan Hatta Rajasa sebagai cawapres SBY, pihaknya tidak bisa langsung menerimanya. Semua berpulang kepada 'mempelai pria', SBY.
"Kami menghormati setiap usulan yang diajukan oleh partai-partai sahabat. Kami juga menghargai usulan dari masyarakat," tutup mantan anggota KPU ini. ( anw / anw )
Sabtu malam tadi, Tim 9 berkumpul di kediaman SBY untuk mematangkan siapa cawapres SBY. Siapakah dia? "Yang penting lebih tepat, lebih mantap dan lebih barokah," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum kepada detikcom via telepon, Minggu (3/5/2009) dinihari.
Saat dihubungi detikcom, Anas barusaja menyelesaikan rapat Tim 9 PD dengan Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurut Anas, meski Partai Amanat Nasional (PAN) telah mencalonkan Hatta Rajasa sebagai cawapres SBY, pihaknya tidak bisa langsung menerimanya. Semua berpulang kepada 'mempelai pria', SBY.
"Kami menghormati setiap usulan yang diajukan oleh partai-partai sahabat. Kami juga menghargai usulan dari masyarakat," tutup mantan anggota KPU ini. ( anw / anw )
Demokrat Gembira Akhirnya PAN Ikut Koalisi Dukung SBY
(detik.com) Jakarta - Partai Amanan Nasional (PAN) secara resmi memutuskan untuk gabung dalam koalisi yang dipimpin oleh Partai Demokrat (PD) dalam Pilpres 2009 nanti. PD menyatakan bersyukur dan gembira atas putusan partai berlambang matahari terbit tersebut.
"Tentu kami bersyukur dan menyambut gembira atas keputusan tersebut," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Sabtu (2/5/2009) malam.
Anas berharap, hadirnya PAN dalam koalisi mengusung kembali SBY sebagai capres akan memperkuat barisan pemenang dan kekuatan di parlemen nantinya.
"PAN adalah salah satu partai yang terbilang sukses dalam Pileg 9 April silam. Karena itu, kehadiran PAN sangat berarti," puji mantan anggota KPU ini.
Soal cawapres Hatta Rajasa yang diusulkan PAN, Anas menyerahkan sepenuhnya keputusan ini kepada SBY. "Soal cawapres kami menghormati usulan dari PAN. PD menyerahkan sepenuhnya urusan cawapres kepada SBY," ujar Anas.
Anas percaya, SBY akan memilih yang tepat dan terbaik dari sejumlah nama cawapres. "Siapa orangnya? Kita tunggu sampai KPU menetapkan hasil pileg. Baru kemudian SBY akan memilih dan menetapkan siapa cawapres yang tepat dan terbaik untuk kepentingan bangsa," pungkasnya.
( anw / anw )
"Tentu kami bersyukur dan menyambut gembira atas keputusan tersebut," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Sabtu (2/5/2009) malam.
Anas berharap, hadirnya PAN dalam koalisi mengusung kembali SBY sebagai capres akan memperkuat barisan pemenang dan kekuatan di parlemen nantinya.
"PAN adalah salah satu partai yang terbilang sukses dalam Pileg 9 April silam. Karena itu, kehadiran PAN sangat berarti," puji mantan anggota KPU ini.
Soal cawapres Hatta Rajasa yang diusulkan PAN, Anas menyerahkan sepenuhnya keputusan ini kepada SBY. "Soal cawapres kami menghormati usulan dari PAN. PD menyerahkan sepenuhnya urusan cawapres kepada SBY," ujar Anas.
Anas percaya, SBY akan memilih yang tepat dan terbaik dari sejumlah nama cawapres. "Siapa orangnya? Kita tunggu sampai KPU menetapkan hasil pileg. Baru kemudian SBY akan memilih dan menetapkan siapa cawapres yang tepat dan terbaik untuk kepentingan bangsa," pungkasnya.
( anw / anw )
PD Serahkan Hatta Rajasa ke SBY
INILAH.COM, Jakarta - 28 DPW PAN mengusulkan menyandingkan Hatta Rajasa sebagai cawapres SBY. Partai Demokrat menghargai usulan tersebut, dan menyerahkannya kepada SBY.
"Partai Demokrat menghargai usulan PAN. Namun, keputusan tentang cawapres sepenuhnya berada di tangan Yudhoyono. Biar Yudhoyono yang memutuskan," ujar Ketua DPP bidang Politik Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Sabtu (2/5).
Menurut Anas, keputusan akhir tentang cawapres yang akan mendampingi SBY pada Pilpres 2009 sepenuhnya berada pada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut.
SBY, lanjut Anas, akan memilih cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 8 Juli 2009 menurut sembilan kriteria yang telah ditetapkannya pada Rapimnas Partai Demokrat 26 April 2009. Selain PAN, partai politik yang telah mengajukan nama cawapres kepada Partai Demokrat adalah PKS.
Menurut Anas, usulan PAN dan PKS nanti akan sama-sama dipertimbangkan oleh SBY untuk mencari cawapres terbaik bagi dirinya.
Pada Rapimnas PAN di Yogyakarta 2 Mei 2009, 28 DPW PAN mengusulkan anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Radjasa untuk menjadi cawapres bagi Yudhoyono yang telah ditetapkan sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. [*/ana]
"Partai Demokrat menghargai usulan PAN. Namun, keputusan tentang cawapres sepenuhnya berada di tangan Yudhoyono. Biar Yudhoyono yang memutuskan," ujar Ketua DPP bidang Politik Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Sabtu (2/5).
Menurut Anas, keputusan akhir tentang cawapres yang akan mendampingi SBY pada Pilpres 2009 sepenuhnya berada pada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut.
SBY, lanjut Anas, akan memilih cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 8 Juli 2009 menurut sembilan kriteria yang telah ditetapkannya pada Rapimnas Partai Demokrat 26 April 2009. Selain PAN, partai politik yang telah mengajukan nama cawapres kepada Partai Demokrat adalah PKS.
Menurut Anas, usulan PAN dan PKS nanti akan sama-sama dipertimbangkan oleh SBY untuk mencari cawapres terbaik bagi dirinya.
Pada Rapimnas PAN di Yogyakarta 2 Mei 2009, 28 DPW PAN mengusulkan anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Radjasa untuk menjadi cawapres bagi Yudhoyono yang telah ditetapkan sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. [*/ana]
Partai Demokrat Serahkan Usulan PAN Kepada Yudhoyono
Jakarta (ANTARA News) - Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Susilo Bambang Yudhoyono usulan Partai Amanat Nasional (PAN) yang ingin menggandengkan Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden untuk Yudhoyono.
Ketua DPP bidang Politik Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Sabtu, mengatakan Partai Demokrat menghargai usulan 28 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN yang berkeinginan menyandingkan Hatta Radjasa dengan Yudhoyono.
Namun, menurut Anas, keputusan akhir tentang cawapres yang akan mendampingi Yudhoyono pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 sepenuhnya berada pada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut.
"Partai Demokrat menghargai usulan PAN. Namun, keputusan tentang cawapres sepenuhnya berada di tangan Yudhoyono. Biar Yudhoyono yang memutuskan," ujarnya.
Anas mengatakan, Yudhoyono akan memilih cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 8 Juli 2009 menurut sembilan kriteria yang telah ditetapkannya pada Rapimnas Partai Demokrat 26 April 2009.
Selain PAN, partai politik yang telah mengajukan nama cawapres kepada Partai Demokrat adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Menurut Anas, usulan PAN dan PKS nanti akan sama-sama dipertimbangkan oleh Yudhoyono untuk mencari cawapres terbaik bagi dirinya.
Pada Rapimnas PAN di Yogyakarta 2 Mei 2009, 28 DPW PAN mengusulkan anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Radjasa untuk menjadi cawapres bagi Yudhoyono yang telah ditetapkan sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.(*)
Ketua DPP bidang Politik Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Sabtu, mengatakan Partai Demokrat menghargai usulan 28 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN yang berkeinginan menyandingkan Hatta Radjasa dengan Yudhoyono.
Namun, menurut Anas, keputusan akhir tentang cawapres yang akan mendampingi Yudhoyono pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 sepenuhnya berada pada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut.
"Partai Demokrat menghargai usulan PAN. Namun, keputusan tentang cawapres sepenuhnya berada di tangan Yudhoyono. Biar Yudhoyono yang memutuskan," ujarnya.
Anas mengatakan, Yudhoyono akan memilih cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 8 Juli 2009 menurut sembilan kriteria yang telah ditetapkannya pada Rapimnas Partai Demokrat 26 April 2009.
Selain PAN, partai politik yang telah mengajukan nama cawapres kepada Partai Demokrat adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Menurut Anas, usulan PAN dan PKS nanti akan sama-sama dipertimbangkan oleh Yudhoyono untuk mencari cawapres terbaik bagi dirinya.
Pada Rapimnas PAN di Yogyakarta 2 Mei 2009, 28 DPW PAN mengusulkan anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Radjasa untuk menjadi cawapres bagi Yudhoyono yang telah ditetapkan sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.(*)
Friday, May 1, 2009
Demokrat Optimis Menambah Partner Koalisi
JAKARTA - Partai Demokrat memastikan menggandeng Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Kebangkitan Bangsa menghadapi pemilihan presiden. Demokrat pun yakin, koalisi pendukung calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bakal bertambah.
"Kami optimis akan menambah partner koalisi lagi, yakni PAN dan PPP," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum melalui pesan singkat kepada okezone, Jumat (1/5/2009).
Dia berharap, sikap PAN bisa ditentukan pada awal Mei mendatang, "Sementara PPP menyusul kemudian," lanjutnya.
Demokrat sendiri, kata Anas, terus melakukan penjajakan koalisi dengan partai-partai tersebut. Koalisi dengan PPP dan PAN nampaknya masih terganjal. PPP sendiri tergabung dalam koalisi besar yang digagas blok 'Teuku Umar'.
Sementara suara PAN terbelah antara berkoalisi dengan Demokrat atau bergabung dengan blok lainnya. Kejelasan sikap PAN pun baru akan ditentukan pada Rapat Kerja Nasional yang jatuh hari ini.(lsi)
(uky)
"Kami optimis akan menambah partner koalisi lagi, yakni PAN dan PPP," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum melalui pesan singkat kepada okezone, Jumat (1/5/2009).
Dia berharap, sikap PAN bisa ditentukan pada awal Mei mendatang, "Sementara PPP menyusul kemudian," lanjutnya.
Demokrat sendiri, kata Anas, terus melakukan penjajakan koalisi dengan partai-partai tersebut. Koalisi dengan PPP dan PAN nampaknya masih terganjal. PPP sendiri tergabung dalam koalisi besar yang digagas blok 'Teuku Umar'.
Sementara suara PAN terbelah antara berkoalisi dengan Demokrat atau bergabung dengan blok lainnya. Kejelasan sikap PAN pun baru akan ditentukan pada Rapat Kerja Nasional yang jatuh hari ini.(lsi)
(uky)
"Partner" Demokrat Bakal Bertambah
(gatra.com) Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Jumat malam, menyatakan, partainya dengan antusias menyambut hangat pendeklarasian calon presiden (capres) Jusuf Kalla bersama calon wakil presiden (cawapres) Wiranto.
"Ini adalah bantahan politik yang nyata terhadap kekhawatiran akan adanya calon tunggal, atau capres tunggal," kata Anas, beberapa saat setelah Jusuf Kalla dan Wiranto mendeklarasikan duet mereka untuk bertarung di pemilihan presiden 8 Juli 2009.
Anas, juga atas nama partainya, mengucapkan selamat kepada pasangan Kalla-Wiranto. "Selamat telah menjadi pasangan calon yang pertama kali dideklarasikan. Selanjutnya, mari kita ciptakan iklim berkompetisi secara demokratis, ksatria, dan bermartabat," katanya.
Sementara, mengenai deklarasi cawapres Partai Demokrat yang akan mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono selaku capres partainya, Anas mengatakan, pihaknya masih konsentrasi untuk melanjutkan pembangunan koalisi. "Setelah Partai Kebangkitan Bangsa sepakat, sementara Partai Keadilan Sejahtera dalam tahap finalisasi, maka kami optimistis akan bisa menambah partner koalisi lagi, yakni Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan," ungkapnya.
"Sementara soal cawapres, diserahkan sepenuhnya kepada SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sebagai capres. Kami tidak mendesak SBY untuk segera memilih dan mengumumkan. Jadi, tidak ada urgensi untuk terburu-buru," kilahnya.
Yang penting, tambah Anas, pihaknya tidak terlambat mendaftar di Komisi Pemilihan Umum. [EL, Ant]
"Ini adalah bantahan politik yang nyata terhadap kekhawatiran akan adanya calon tunggal, atau capres tunggal," kata Anas, beberapa saat setelah Jusuf Kalla dan Wiranto mendeklarasikan duet mereka untuk bertarung di pemilihan presiden 8 Juli 2009.
Anas, juga atas nama partainya, mengucapkan selamat kepada pasangan Kalla-Wiranto. "Selamat telah menjadi pasangan calon yang pertama kali dideklarasikan. Selanjutnya, mari kita ciptakan iklim berkompetisi secara demokratis, ksatria, dan bermartabat," katanya.
Sementara, mengenai deklarasi cawapres Partai Demokrat yang akan mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono selaku capres partainya, Anas mengatakan, pihaknya masih konsentrasi untuk melanjutkan pembangunan koalisi. "Setelah Partai Kebangkitan Bangsa sepakat, sementara Partai Keadilan Sejahtera dalam tahap finalisasi, maka kami optimistis akan bisa menambah partner koalisi lagi, yakni Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan," ungkapnya.
"Sementara soal cawapres, diserahkan sepenuhnya kepada SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sebagai capres. Kami tidak mendesak SBY untuk segera memilih dan mengumumkan. Jadi, tidak ada urgensi untuk terburu-buru," kilahnya.
Yang penting, tambah Anas, pihaknya tidak terlambat mendaftar di Komisi Pemilihan Umum. [EL, Ant]
Subscribe to:
Posts (Atom)