Showing posts with label pan.. Show all posts
Showing posts with label pan.. Show all posts

Sunday, May 3, 2009

Anas: PAN amat berarti

(bisnis.com) JAKARTA: Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Bidang Politik Anas Urbaningrum mengatakan dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam koalisi akan memperkuat barisan pemenangan dan kekuatan dukungan di parlemen.

"PAN adalah salah satu partai yang terbilang sukses dalam pemilihan umum 9 April silam, karena itu kehadiran PAN sangat berarti," ujarnya.

Dalam rapat kerja nasional (rakernas) yang digelar pada Sabtu (2 Mei), PAN memutuskan sikapnya untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat pada pemilihan presiden pada 8 Juli. (Bisnis/rar)

PAN Ajukan Tiga Syarat

(kaltimpost.web.id) PARTAI Demokrat (PD) menyambut gembira atas keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Rakernas di Jogja yang bergabung dalam koalisi dipimpin oleh PD pada Pilpres 2009 nanti. "Tentu kami bersyukur dan menyambut gembira atas keputusan tersebut," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum dalam pesan singkatnya, Sabtu (2/5) malam.

Anas berharap, hadirnya PAN dalam koalisi mengusung kembali SBY sebagai capres akan memperkuat barisan pemenang dan kekuatan di parlemen nantinya. "PAN adalah salah satu partai yang terbilang sukses dalam Pileg 9 April. Karena itu, kehadiran PAN sangat berarti," puji mantan anggota KPU ini. Soal cawapres Hatta Rajasa yang diusulkan PAN, Anas menyerahkan sepenuhnya keputusan ini kepada SBY. "Soal cawapres kami menghormati usulan dari PAN.

PD menyerahkan sepenuhnya urusan cawapres kepada SBY," ujar Anas. Anas percaya, SBY akan memilih yang tepat dan terbaik dari sejumlah nama cawapres. “Siapa orangnya? Kita tunggu sampai KPU menetapkan hasil pileg. Baru kemudian SBY akan memilih dan menetapkan siapa cawapres yang tepat dan terbaik untuk kepentingan bangsa," ucapnya. TIGA SYARAT Ada tiga syarat untuk Demokrat jika menerima pinangan PAN.

Ketiga syarat tersebut adalah, menjalankan ekonomi kerakyatan sesuai dengan pasal 33 UUD 1945 serta membuang jauh-jauh Washington Consensus. Kedua, penegakan hukum terus dilanjutkan, serta ketiga, pembangunan infrastruktur dipercepat dan penghancuran ekologi dihentikan. "Kalau ini (3 syarat) dilakukan, kita go (gabung dengan Demokrat)," ujar Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais dalam wawancara di stasiun TV, Sabtu (2/5).

Menurut Amien, alasan PAN memilih SBY karena ketua Dewan Pembina PD tersebut adalah capres yang paling berpeluang menang dalam Pilpres 2009. "Ini masalah untuk memilih masa depan bangsa, karena peluang ada change itu ya ada di incumbent," imbuh mantan Ketua MPR tersebut. Soal akan ada Rapimnas tanggal 9 Mei di Jakarta? "Tanggal 9 itu andai ada perubahan dramatik, gempa tektonik, baru kita pertimbangkan.

Tapi ini sudah dikunci," ucap Amien. Amien menilai, Rakernas PAN di Jogja berlangsung lancar, tidak seperti yang diduga berbagai kalangan. "Ini sungguh indah karena acara yang dibuka oleh Mas Tris (Ketum PAN Soetrisno Bachir, Red) tadi pagi tidak ada centang perentang. Seolah ada tangan malaikat yang mengatur," tuturnya.

Saat hasil keputusan Rakernas dibacakan, Soetrisno Bachir (SB) tidak hadir di tempat. "Yang jelas keutuhan partai tetap terjaga karena saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Saya bersyukur kepada Allah atas hasil ini," tambahnya. Amien pun mengaku senang dengan keputusan Rakernas tersebut. "Karena dari 32 DPW, 28 sudah menyatakan dukungan secara aklamasi seperti orkestra yang menetapkan koalisi dengan Partai Demokrat dan mendukung Hatta Rajasa," ujarnya.(*/dtc)

PAN 'Dorong' Blok Cikeas Tancap Gas

INILAH.COM, Jakarta - Selama dua pekan terakhir ini, Blok Teuku Umar cukup atraktif melakukan manuver. Hasilnya pun jelas, delapan partai politik menyepakati koalisi parlemen. Kini, Blok Cikeas siap melakukan gebrakan, ada kejutan?

Blok Cikeas yang dimotori Partai Demokrat memang terkesan adem ayem. Kondisi ini kontras dengan Blok Teuku Umar yang dimotori PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai Hanura yang cenderung atraktif.

Posisi diam Blok Cikeas tampaknya selain mengamati perkembangan politik nasional, juga tidak lepas dari sikap politik beberapa partai yang masih mengambang. Ini ditandai dengan keputusan Rapimnas Partai Demokrat akhir April lalu yang hanya memutuskan dan mengukuhkan SBY sebagai capres dari Partai Demokrat.

Keputusan itu dapat dipahami, karena beberapa partai politik masih belum positif menentukan arah koalisinya, seperti PAN dan PPP. Namun, pasca Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN Sabtu (2/4) di Yogyakarta, konstelasi semakin berubah.

Rakernas PAN memutuskan untuk bergabung dengan Partai Demokrat serta mengusung Hatta Rajasa sebagai cawapres SBY. Keputusan ini semakin menambah amunisi bagi kongsi Cikeas untuk memantapkan diri dalam pemilu presiden Juli mendatang. Bergabungnya PAN jelas menambah energi baru bagi Cikeas untuk tancap gas.

Setelah PAN, tampaknya sinyal PPP merapat ke kubu Cikeas juga semakin menguat. Indikasi itu cukup jelas saat penandatanganan koalisi parlemen di DPP Hanura Jumat (1/5) lalu, meski hadir, namun perwakilan PPP enggan turut serta dalam penandantanganan.

“Ketua Umum DPP PPP mendapat mandat untuk menggalang koalisi pilpres, bukan koalisi parlemen,” ujar Wakil Ketua Umum DPP PPP Chozin Chumaedy sesaat setelah penandatanganan koalisi besar Blok Teuku Umar.

Situasi ini juga sudah terbaca oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia (CPI) Bima Arya Sugiarto yang menyangsikan jika PAN dan PPP bergabung dalam koalisi Blok Teuku Umar. “Terbuka PAN dan PPP akan kembali ke Partai Demokrat dan SBY,” katanya.

Entah disengaja atau tidak, sesaat setelah keputusan PAN bergabung dengan Partai Demokrat, tim sembilan Partai Demokrat rapat di Cikeas, Sabtu (2/5) malam menggodok cawapres yang akan dipasangkan dengan SBY.

Namun, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyangkal rapat tim sembilan terkait keputusan PAN bergabung dengan Partai Demokrat dan menyorongkan figur Hatta Rajasa sebagai cawapres SBY. Menurut Anas, cawapres berpulang pada pilihan SBY. “Kami menghargai setiap usulan dari partai sahabat. Kami juga menghargai usulan masyarakat,” ujarnya.

Anas juga memastikan, Partai Demokrat akan menetapkan pasangan SBY setelah pengumuman dan penetapan hasil pemilu legislatif oleh KPU, 9 Mei mendatang. Pilihan ini terkait dengan persentase suara atau kursi DPR.

Lebih lanjut Anas menegaskan, ketepatan pilihan cawapres SBY juga tidak terlepas dari waktu (timely). “Kecepatan musti dikawinkan dengan kecermatan dan ketepatan,” katanya seperti menyindir slogan ‘Lebih Cepat Lebih Baik’ yang berujud deklrasi JK-Wiranto pada Jumat (1/5) lalu.

Bergabungnya PAN dan kemungkinan dalam waktu dekat PPP ke blok Cikeas jelas semakin memantapkan SBY untuk maju dalam Pemilu Presiden 8 Juli mendatang. Ini juga menegaskan, Blok Cikeas merepresentasikan sebagai kekuatan partai politik yang lahir di era reformasi: kelompok Nasionalis Relijius? Kita tunggu saja gebrakan dari Cikeas. [E1]

Anas: PAN Strategis Dukung SBY

INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat menyambut baik langkah yang diambil PAN untuk bergabung dalam koalisi. Bergabungnya partai berlambang matahari terbit itu, diprediksi kian menambah kokoh kekuatan PD di parlemen.

"Tentu kami bersyukur dan menyambut gembira atas keputusan tersebut. Kami berharap bahwa hadirnya PAN dalam koalisi mengusung kembali SBY akan memperkuat barisan pemenangan dan kekuatan dukungan di parlemen nantinya," jelas Ketua Bidang Politik DPP PD Anas Urbaningrum, dalam pesan singkatnya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (3/5).

Sebagai partai papan tengah, menurut Anas, PAN merupakan partai yang sangat strategis untuk diajak berkoalisi. "PAN adalah salah satu partai yang terbilang sukses dalam pemilu legislatif 9 April silam. Karena itu kehadiran PAN sangat berarti," cetus mantan anggota KPU ini.

Mengenai usulan PAN terkait cawapres SBY, tutur Anas, PD menghormati sebagai sebuah mitra koalisi. Namun, terkait hal itu, PD menyerahkan sepenuhnya kepada SBY sebagai capres. Sebab, Ketua Dewan Pembina PD itu diyakini dapat memilih orang yang terbaik untuk mendampinginya.

"Siapa orangnya? Kita tunggu sampai KPU menetapkan hasil pemilu legislatif. Baru kemudian SBY akan memilih dan menetapkan siapa cawapres yang tepat dan terbaik untuk kepentingan bangsa," tandas mantan Ketua PB HMI ini. [jib/nuz]

Saturday, May 2, 2009

Partai Demokrat Serahkan Usulan PAN Kepada Yudhoyono

Jakarta (ANTARA News) - Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Susilo Bambang Yudhoyono usulan Partai Amanat Nasional (PAN) yang ingin menggandengkan Hatta Rajasa sebagai calon wakil presiden untuk Yudhoyono.

Ketua DPP bidang Politik Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Sabtu, mengatakan Partai Demokrat menghargai usulan 28 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN yang berkeinginan menyandingkan Hatta Radjasa dengan Yudhoyono.

Namun, menurut Anas, keputusan akhir tentang cawapres yang akan mendampingi Yudhoyono pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 sepenuhnya berada pada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut.

"Partai Demokrat menghargai usulan PAN. Namun, keputusan tentang cawapres sepenuhnya berada di tangan Yudhoyono. Biar Yudhoyono yang memutuskan," ujarnya.

Anas mengatakan, Yudhoyono akan memilih cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 8 Juli 2009 menurut sembilan kriteria yang telah ditetapkannya pada Rapimnas Partai Demokrat 26 April 2009.

Selain PAN, partai politik yang telah mengajukan nama cawapres kepada Partai Demokrat adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Anas, usulan PAN dan PKS nanti akan sama-sama dipertimbangkan oleh Yudhoyono untuk mencari cawapres terbaik bagi dirinya.

Pada Rapimnas PAN di Yogyakarta 2 Mei 2009, 28 DPW PAN mengusulkan anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Hatta Radjasa untuk menjadi cawapres bagi Yudhoyono yang telah ditetapkan sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.(*)

Friday, May 1, 2009

PD Optimis PAN & PPP Bergabung

(detik.com) Jakarta - Ketua Umum PPP dan PAN tidak ikut menandatangani deklarasi Koalisi Besar. Partai Demokrat (PD) optimistis dua parpol itu akan bergabung dalam koalisi yang sedang digalangnya dan memberikan dukungan bagi SBY dalam Pilpres 2009.

"Kami optimistis bisa menambah partner koalisi lagi, yakni PAN dan PPP," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum pada detikcom, Jumat (1/5/2009).

Sejauh ini PD memilih berkonsentrasi melanjutkan pembangunan koalisi. Parpol yang sudah memastikan bergabung adalah PKB dan kesepakatan dengan PKS masih dalam proses finalisasi sementara PAN diharapkan tuntas pada 2 Mei.

"Sedangkan PPP menyusul kemudian. Insya Allah PPP makin nyambung setrumnya. Ketidaksediaan PPP untuk tanda tangan dalam koalisi parlemen tadi adalah sinyal terang," sambungnya.

Baik PAN dan PPP masih berkutat menyelesaikan perbedaan internal tentang koalisi dan pasangan cawapres. Elit PAN terlibat tarik ulur untuk mencapai kesepakatan, sedangkan PPP nyaris dilanda perpecahan gara-gara perbedaan penentuan arah koalisi.

( lh / nrl )

Thursday, March 26, 2009

Yudhoyono Bertemu Soetrisno Bachir

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Yudhoyono, Puri Cikeas, Kamis malam.

"Dihadiri Yudhoyono dan Soetrisno Bachir dan didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo" kata Ketua DPP bidang Politik Partai Demokrat Anas Urbaningrum, kepada Tempo.

Anas mengatakan substansi pembicaraan antara kedua tokoh partai politik itu mirip dengan pembicaraan antara Yudhoyono dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. Namun sedikit berbeda. "Karena PAN mengambil jalan sebagai mitra kritis pemerintah," katanya.

Ia mengungkapkan usai pertemuan semalam tampak ada kemajuan hubungan antara Partai Demokrat dengan PAN. "Sekarang setrumnya makin terasa nyambung," kata Anas. Sebagai sesama partai politik reformasi, lanjut Anas, tanda-tanda perkawanan antara kedua partai semakin kental. "Setrum politiknya makin terasa," katanya.

Namun Anas berkelit saat ditanya apakah pertemuan itu menguatkan sinyal koalisi antara PAN dengan Partai Demokrat. Ia mengatakan kepastian soal koalisi tetap menunggu hasil pemilihan legislatif. "Belum dibahas, konsisten menunggu pemilihan legislatif," katanya.

Sehari sebelumnya, Yudhoyono bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin di tempat yang sama. Pertemuan ini ditindaklanjuti di tingkat sekretaris jenderal yang menelurkan kesepakatan mengawal proses pemilihan legislatif. Siang tadi, Yudhyono kembali mengundang tokoh dari Partai Kebangkitan Bangsa. Kali ini, Ketua Umum Muhaimin Iskandar didampingi Sekretaris Jenderal PKB, Lukman Edy, Wakil Sekretaris jenderal PKB, Helmy Faisal Zaini. Sementara Yudhoyono didampingi oleh Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo.