VIVAnews - Ribuan masa pendukung calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono mendeklarasikan Solidaritas Menangkan SBY (SMS). Deklarasi dilakukan di Taman Menteng, Jakarta Pusat, malam ini, Senin 25 Mei 2009.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum, solidaritas ini hanya inisiatif kaum muda dan mantan-mantan aktivis yang berkomitmen mendukung SBY-Boediono. "Mereka membentuk organisaai relawan ini," kata dia di tempat deklarasi.
Anas mengatakan, Solidaritas akan menyasar kelompok khusus yang selama ini cenderung apatis. Sebab, banyak pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya. Seperti dalam pemilu April lalu, setidaknya 30 persen masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya.
Showing posts with label Susilo Bambang Yudhoyono. Show all posts
Showing posts with label Susilo Bambang Yudhoyono. Show all posts
Monday, May 25, 2009
Sunday, April 26, 2009
Demokrat Tambahkan Kriteria Cawapres
VIVAnews - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Politik Anas Urbaningrum mengatakan 19 nama calonwapres yang masuk ke Yudhoyono merupakan usulan pasar. Sebab, usulan nama itu langsung masuk ke Yudhoyono.
"Kalau usulan resmi belum ada," kata Anas saat jumpa pers usai pembukaan rapimnas di Hall D PRJ Kemayoran, Minggu, 26 April 2009. Karena bukan usulan resmi ke partai, Anas menyebut usulan itu sebagai usulan pasar.
Dia menegaskan dalam rapat pimpinan kali ini, Demokrat belum menentukan nama calon wakil. Akan tetapi, sebatas menambah kriteria calon wakil. "Rapimnas tidak menyebut cawapres, tapi menambahkan kriteria.
Memilih terbaik dari yang baik-baik," kata Anas. Namun, dia menolak menyebut lebih detil tambahan kriteria itu. "Saya tidak berani mendahului, nanti ada waktunya," kata pria berkacamata itu.
Awalnya, kata Anas, Demokrat berkomitmen memilih calon wakil Yudhoyono dari Partai Golkar. Pertimbangannya Golkar menempati posisi dua dan perolehan suaranya signifikan. "Kan wajar dan proporsional," katanya.
Namun, hasil rapimnasus Golkar di Hotel Borobudur, Jakarta, menetapkan Jusuf Kalla sebagai presiden. "Dalam rapimnasus Golkar kemarin mengusulkan calon sendiri tentu berlaku skenario B," ujar mantan Ketua PB HMI itu.
Pasca itu, kata dia, apakah calon wakil dari parpol atau non parpol cair kembali. Kesempatan menjadi sama antara tokoh partai atau non partai. "Yang penting tepat," katanya.
"Kalau usulan resmi belum ada," kata Anas saat jumpa pers usai pembukaan rapimnas di Hall D PRJ Kemayoran, Minggu, 26 April 2009. Karena bukan usulan resmi ke partai, Anas menyebut usulan itu sebagai usulan pasar.
Dia menegaskan dalam rapat pimpinan kali ini, Demokrat belum menentukan nama calon wakil. Akan tetapi, sebatas menambah kriteria calon wakil. "Rapimnas tidak menyebut cawapres, tapi menambahkan kriteria.
Memilih terbaik dari yang baik-baik," kata Anas. Namun, dia menolak menyebut lebih detil tambahan kriteria itu. "Saya tidak berani mendahului, nanti ada waktunya," kata pria berkacamata itu.
Awalnya, kata Anas, Demokrat berkomitmen memilih calon wakil Yudhoyono dari Partai Golkar. Pertimbangannya Golkar menempati posisi dua dan perolehan suaranya signifikan. "Kan wajar dan proporsional," katanya.
Namun, hasil rapimnasus Golkar di Hotel Borobudur, Jakarta, menetapkan Jusuf Kalla sebagai presiden. "Dalam rapimnasus Golkar kemarin mengusulkan calon sendiri tentu berlaku skenario B," ujar mantan Ketua PB HMI itu.
Pasca itu, kata dia, apakah calon wakil dari parpol atau non parpol cair kembali. Kesempatan menjadi sama antara tokoh partai atau non partai. "Yang penting tepat," katanya.
Thursday, April 23, 2009
PD Optimis Dapatkan Cawapres Terbaik untuk SBY
(demokrat.or.id) Setelah kandidat kuat pasangannya Jusuf Kalla dipastikan menjadi penantang, Susilo B. Yudhoyono (SBY) melanjutkan perburuan bakal cawapresnya. Perburuan ini dilakukan dengan memperhitungkan peluang dukungan politik dalam koalisi sembari melaksanakan salat istikharah.
"Cawapres masih digodok oleh SBY. Secara lahiriah lewat kalkulasi politik koalisi dan secara batiniah lewat istikharah," kata Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, kepada Detik.com Kamis 23 April 2009.
Rapimnassus telah menetapkan Ketua Umum DPP Golkar Jusuf Kalla (JK) sebagai bakal capres. Otomatis JK dan SBY yang dicapreskan oleh Partai Demokrat (PD) akan berhadapan sebagai sesama kontestan Pilpres 2009.
Perkembangan terbaru ini memporakporandakan rencana koalisi antara dua parpol. Mengingat tenggat waktu pendaftaran pasangan bakal capres-cawapres ke KPU, maka PD harus ngebut mencari pengganti JK dari parpol-parpol yang telah sepakat menjalin koalisi.
"Berbagai kemungkinan menjadi sangat terbuka. Tetapi kami percaya akan hadir cawapres yang terbaik bagi kepentingan bangsa ini," jawab Anas optimis ditanya tentang strategi baru Tim Sembilan mendapatkan bakal cawapres.
Sementara itu karena sudah kadung bakal berhadap-hadapan, Ketua DPP Partai Demokrat bidang Politik, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Kamis malam, menyatakan, partainya mengajak Partai Golkar untuk bersama-sama dan bersungguh-sungguh menyukseskan Pemilu Presiden.
Anas mengungkapkan hal itu kepada ANTARA, setelah menyimak hasil Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnas Khusus) Partai Golkar (PG), Kamis sore, yang antara lain mengeluarkan opsi memajukan Ketua Umum DPP PG sebagai calon presiden (Capres).
Keputusan ini, berarti memberi peluang semakin kecil untuk menduetkan kembali Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum DPP PG, Jusuf Kalla, sebagai Capres dan calon wakil presiden (Cawapres) sebagaimana masih banyak dikehendaki pihak internal di kedua partai tersebut.
"Tentang hasil Rapimnas Khusus PG itu, jelasnya kami dari PD menanggapinya dengan mengajukan dua hal. Pertama, PD dalam posisi menghormati keputusan Rapimnas Khusus PG itu," kata Anas Urbaningrum lagi.
Hal itu, menurutnya, sepenuhnya merupakan keputusan internal PG yang oleh PD tidak bisa melakukan campur tangan.
"Kedua, PD mengajak PG untuk bersama-sama dan bersungguh-sungguh untuk menyukseskan Pemilu Presiden (Pilpres) dan mendorong perjalanan demokrasi di Indonesia menjadi makin stabil," katanya.
Selain itu, demikian Anas Urbaningrum, tentu mendorong suatu proses demokrasi, termasuk melalui Pilpres itu yang produktif bagi kesejahteraan rakyat.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar, Theo L Sambuaga, menegaskan, keputusan Rapimnas Khusus Partai Golkar sebetulnya hanya menjadikan pengusulan Capres sendiri dari internal partai sebagai opsi ketiga.
"Keputusan utamanya sebetulnya memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Pak Jusuf Kalla untuk mengambil langkah-langkah komunikasi politik dengan semua partai dalam rangka melaksanakan tiga opsi," ungkap Ketua Komisi I DPR RI ini.
Kepada ANTARA usai menghadiri konperensi pers DPP PG di Hotel Borobudur Theo Sambuaga menambahkan, dalam melaksanakan langkah-langkah politik tersebut, Ketua Umum Golkar dibantu unsur dari Dewan Penasihat serta DPP.(Anto)
"Cawapres masih digodok oleh SBY. Secara lahiriah lewat kalkulasi politik koalisi dan secara batiniah lewat istikharah," kata Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum, kepada Detik.com Kamis 23 April 2009.
Rapimnassus telah menetapkan Ketua Umum DPP Golkar Jusuf Kalla (JK) sebagai bakal capres. Otomatis JK dan SBY yang dicapreskan oleh Partai Demokrat (PD) akan berhadapan sebagai sesama kontestan Pilpres 2009.
Perkembangan terbaru ini memporakporandakan rencana koalisi antara dua parpol. Mengingat tenggat waktu pendaftaran pasangan bakal capres-cawapres ke KPU, maka PD harus ngebut mencari pengganti JK dari parpol-parpol yang telah sepakat menjalin koalisi.
"Berbagai kemungkinan menjadi sangat terbuka. Tetapi kami percaya akan hadir cawapres yang terbaik bagi kepentingan bangsa ini," jawab Anas optimis ditanya tentang strategi baru Tim Sembilan mendapatkan bakal cawapres.
Sementara itu karena sudah kadung bakal berhadap-hadapan, Ketua DPP Partai Demokrat bidang Politik, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Kamis malam, menyatakan, partainya mengajak Partai Golkar untuk bersama-sama dan bersungguh-sungguh menyukseskan Pemilu Presiden.
Anas mengungkapkan hal itu kepada ANTARA, setelah menyimak hasil Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnas Khusus) Partai Golkar (PG), Kamis sore, yang antara lain mengeluarkan opsi memajukan Ketua Umum DPP PG sebagai calon presiden (Capres).
Keputusan ini, berarti memberi peluang semakin kecil untuk menduetkan kembali Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum DPP PG, Jusuf Kalla, sebagai Capres dan calon wakil presiden (Cawapres) sebagaimana masih banyak dikehendaki pihak internal di kedua partai tersebut.
"Tentang hasil Rapimnas Khusus PG itu, jelasnya kami dari PD menanggapinya dengan mengajukan dua hal. Pertama, PD dalam posisi menghormati keputusan Rapimnas Khusus PG itu," kata Anas Urbaningrum lagi.
Hal itu, menurutnya, sepenuhnya merupakan keputusan internal PG yang oleh PD tidak bisa melakukan campur tangan.
"Kedua, PD mengajak PG untuk bersama-sama dan bersungguh-sungguh untuk menyukseskan Pemilu Presiden (Pilpres) dan mendorong perjalanan demokrasi di Indonesia menjadi makin stabil," katanya.
Selain itu, demikian Anas Urbaningrum, tentu mendorong suatu proses demokrasi, termasuk melalui Pilpres itu yang produktif bagi kesejahteraan rakyat.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar, Theo L Sambuaga, menegaskan, keputusan Rapimnas Khusus Partai Golkar sebetulnya hanya menjadikan pengusulan Capres sendiri dari internal partai sebagai opsi ketiga.
"Keputusan utamanya sebetulnya memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Pak Jusuf Kalla untuk mengambil langkah-langkah komunikasi politik dengan semua partai dalam rangka melaksanakan tiga opsi," ungkap Ketua Komisi I DPR RI ini.
Kepada ANTARA usai menghadiri konperensi pers DPP PG di Hotel Borobudur Theo Sambuaga menambahkan, dalam melaksanakan langkah-langkah politik tersebut, Ketua Umum Golkar dibantu unsur dari Dewan Penasihat serta DPP.(Anto)
Thursday, April 9, 2009
Anas: Setrum Yudhoyono Kuat
VIVAnews – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengatakan posisi pertama Partai Demokrat yang diraih dalam penghitungan hasil pemilu sementara ini menunjukkan partainya diterima masyarakat.
“Ini juga tanda yang nyata kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono mempunyai setrum yang kuat dengan aspirasi dan kepentingan rakyat,” kata Anas melalui pesan singkat yang diterima VIVAnews, Jumat, 10 April 2009.
Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia, Partai Demokrat meraih dukungan 20,46 persen, PDIP 14,41 persen, dan Partai Golkar 13,98 persen. Sedangkan survei LP3ES Partai Demokrat 19,7 persen, PDIP 14,7 persen, dan Partai Golkar 14,8 persen.
Lebih lanjut Anas mengatakan posisi pertama yang diraih sekarang ini tidak berarti Partai Demokrat paling hebat dibandingkan partai-partai lainnya.
Angka tertinggi yang sekarang diraih, kata dia, bukan alasan bagi Partai Demokrat untuk terlalu percaya diri. “Tetapi justru harus makin bekerja keras mengemban amanah rakyat,” kata Anas.
“Ini juga tanda yang nyata kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono mempunyai setrum yang kuat dengan aspirasi dan kepentingan rakyat,” kata Anas melalui pesan singkat yang diterima VIVAnews, Jumat, 10 April 2009.
Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia, Partai Demokrat meraih dukungan 20,46 persen, PDIP 14,41 persen, dan Partai Golkar 13,98 persen. Sedangkan survei LP3ES Partai Demokrat 19,7 persen, PDIP 14,7 persen, dan Partai Golkar 14,8 persen.
Lebih lanjut Anas mengatakan posisi pertama yang diraih sekarang ini tidak berarti Partai Demokrat paling hebat dibandingkan partai-partai lainnya.
Angka tertinggi yang sekarang diraih, kata dia, bukan alasan bagi Partai Demokrat untuk terlalu percaya diri. “Tetapi justru harus makin bekerja keras mengemban amanah rakyat,” kata Anas.
Demokrat Diatas Angin
(rakyatmerdeka.co.id) Jakarta Anas Urbaningrum, Ketua DPP Partai Demokrat
menyatakan, hasil penghitungan cepat yang menempatkan Partai Demokrat sebagai pemenang pada Pemilu 2009 merupakan cambuk bagi PD untuk lebih bekerja keras lagi.
"Angka tersebut bukan alasan bagi PD untuk menepuk dada, tetapi justru harus makin bekerja keras mengemban amanah rakyat," kata Anas kepada RMonline, Jakarta, Kamis malam (9/4).
Meskipun KPU belum resmi mengumumkan siapa pemenang Pemilu 2009, namun hasil penghitungan cepat sudah bisa dijadikan gambaran bagi parpol peserta pemilu, termasuk PD.
Keberhasilan PD mempecundangi Partai Golkar dan PDIP tak lepas dari peran SBY yang telah bekerja keras. Akibatnya, PD bisa diterima oleh rakyat Indonesia.
"Kami sangat bersyukur atas angka sementara. Berarti PD makin diterima dan dipercaya oleh rakyat. Ini juga tanda yang nyata bahwa kepemimpinan SBY mempunyai setrum yang kuat dengan aspirasi dan kepentingan rakyat," ungkap mantan anggota KPU ini.
Namun demikian, lanjut Anas PD tak ingin membanggakan diri. Yang pasti, tambahnya, rakyat mempercayai bahwa bersama SBY lebih menjanjikan.
"Bukan berarti PD sudah hebat. Tetapi rakyat percaya bahwa PD bersama SBY lebih menjamin kepastian masa depan Indonesia," tandasnya. [ald]
menyatakan, hasil penghitungan cepat yang menempatkan Partai Demokrat sebagai pemenang pada Pemilu 2009 merupakan cambuk bagi PD untuk lebih bekerja keras lagi.
"Angka tersebut bukan alasan bagi PD untuk menepuk dada, tetapi justru harus makin bekerja keras mengemban amanah rakyat," kata Anas kepada RMonline, Jakarta, Kamis malam (9/4).
Meskipun KPU belum resmi mengumumkan siapa pemenang Pemilu 2009, namun hasil penghitungan cepat sudah bisa dijadikan gambaran bagi parpol peserta pemilu, termasuk PD.
Keberhasilan PD mempecundangi Partai Golkar dan PDIP tak lepas dari peran SBY yang telah bekerja keras. Akibatnya, PD bisa diterima oleh rakyat Indonesia.
"Kami sangat bersyukur atas angka sementara. Berarti PD makin diterima dan dipercaya oleh rakyat. Ini juga tanda yang nyata bahwa kepemimpinan SBY mempunyai setrum yang kuat dengan aspirasi dan kepentingan rakyat," ungkap mantan anggota KPU ini.
Namun demikian, lanjut Anas PD tak ingin membanggakan diri. Yang pasti, tambahnya, rakyat mempercayai bahwa bersama SBY lebih menjanjikan.
"Bukan berarti PD sudah hebat. Tetapi rakyat percaya bahwa PD bersama SBY lebih menjamin kepastian masa depan Indonesia," tandasnya. [ald]
Friday, April 3, 2009
Anas: Pertemuan SBY & Mega, Tinggal Tunggu Sinyal Mega
(detik.com) Surabaya - Pertemuan SBY dan Megawati masih dirancang. Tapi kubu Partai Demokrat mengaku sudah siap, dan hanya tinggal menunggu kesiapan pihak PDIP.
"Pak SBY sejak tahun alif sudah siap, tinggal menyesuaikan dengan waktu dan kesempatan Megawati," kata Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum usai kampanye Demokrat di Stadion 10 November, Surabaya, Jatim, Jumat (3/4/2009).
Menurutnya, sejauh ini komunikasi politik telah dilakukan antara Sekjen PD Marzuki Alie dan Ketua Dewan Pembina PDIP Taufiq Kiemas.
"Tingga menunggu waktu, Demokrat sudah oke dari awal.Kami pecinta silaturahim," jelasnya.
Memang menurutnya kesibukan kampanye Megawati, kemungkinan menjadi kendala. Namun tetap diupayakan agar pertemuan bisa terwujud. "Agendanya silaturahim dulu," tutupnya.
"Pak SBY sejak tahun alif sudah siap, tinggal menyesuaikan dengan waktu dan kesempatan Megawati," kata Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum usai kampanye Demokrat di Stadion 10 November, Surabaya, Jatim, Jumat (3/4/2009).
Menurutnya, sejauh ini komunikasi politik telah dilakukan antara Sekjen PD Marzuki Alie dan Ketua Dewan Pembina PDIP Taufiq Kiemas.
"Tingga menunggu waktu, Demokrat sudah oke dari awal.Kami pecinta silaturahim," jelasnya.
Memang menurutnya kesibukan kampanye Megawati, kemungkinan menjadi kendala. Namun tetap diupayakan agar pertemuan bisa terwujud. "Agendanya silaturahim dulu," tutupnya.
Friday, March 27, 2009
Anas Urbaningrum: SBY-Muhaimin Hanya Silaturahim
(antara.co.id) Ketua DPP Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum mengatakan,"Pertemuan SBY-Imin itu adalah silaturahim antara Ketua Dewan Pembina PD dengan Ketua Umum PKB yang sudah lama direncanakan," katanya.
Jakarta (ANTARA News) - Pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, Kamis pagi (26/3), hanya silaturahim biasa, tidak ada masalah khusus apalagi menetapkan koalisi.
Ketua DPP Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, mengungkapkan itu kepada ANTARA, di Jakarta, Jumat (27/3), menanggapi sejumlah pendapat atas berlangsungnya pertemuan itu, karena dua pekan silam juga telah terjadi hal yang sama antara Ketua Umum DPP PD, Hadi Utomo dengan Muhaimin Iskandar dkk.
"Jelasnya, pertemuan SBY-Imin itu adalah silaturahim antara Ketua Dewan Pembina (Wanbin) PD dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sudah lama direncanakan," ungkap Anas Urbaningrum.
Mantan Ketua Umum PB HMI itu menambahkan, ini merupakan pertemuan dari dua partai yang sekarang tengah bekerjasama di dalam pemerintahan. "Yah benar, kelanjutan dari pertemuan PD dan PKB dua pekan silam," ujarnya.
Mengenai materi yang dibahas dalam pertemuan kedua ini, menurutnya, menyangkut pula masalah-masalah kebangsaan dan kenegaraan. "Termasuk isu-isu mutakhir. Tetapi yang jelas, komitmennya adalah agar pemerintahan berjalan sampai selesai dan Pemilu berjalan dengan sukses," katanya.
Sementara itu, mengenai koalisi ke depan, Anas Urbaningrum mengatakan, nanti akan dibahas setelah pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg).
"Pertemuan lanjutan akan dilaksanakan, sebagaimana pernah berlangsung pertemuan dua pekan silam. Setelah Pileg sangat mungkin makin intensif," katanya meyakinkan.
Pertemuan Dengan PAN
Selain dengan PKB, demikian Anas Urbaningrum, telah pula berlangsung pertemuan SBY dengan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir (SB), Rabu malam (25/3).
"Agak beda dikit, karena PAN terakhir kan mengambil jalan sebagai mitra kritis Pemerintah," katanya menjelaskan inti pertemuan itu.
Namun demikian, lanjutnya, sekarang `setrum`-nya terasa makin `nyambung.
"Soal koalisi? Belum dibahas. Baru akan dibicarakan setelah Pileg juga," jelas Anas Urbaningrum lagi. (*)
Jakarta (ANTARA News) - Pertemuan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, Kamis pagi (26/3), hanya silaturahim biasa, tidak ada masalah khusus apalagi menetapkan koalisi.
Ketua DPP Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, mengungkapkan itu kepada ANTARA, di Jakarta, Jumat (27/3), menanggapi sejumlah pendapat atas berlangsungnya pertemuan itu, karena dua pekan silam juga telah terjadi hal yang sama antara Ketua Umum DPP PD, Hadi Utomo dengan Muhaimin Iskandar dkk.
"Jelasnya, pertemuan SBY-Imin itu adalah silaturahim antara Ketua Dewan Pembina (Wanbin) PD dengan Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sudah lama direncanakan," ungkap Anas Urbaningrum.
Mantan Ketua Umum PB HMI itu menambahkan, ini merupakan pertemuan dari dua partai yang sekarang tengah bekerjasama di dalam pemerintahan. "Yah benar, kelanjutan dari pertemuan PD dan PKB dua pekan silam," ujarnya.
Mengenai materi yang dibahas dalam pertemuan kedua ini, menurutnya, menyangkut pula masalah-masalah kebangsaan dan kenegaraan. "Termasuk isu-isu mutakhir. Tetapi yang jelas, komitmennya adalah agar pemerintahan berjalan sampai selesai dan Pemilu berjalan dengan sukses," katanya.
Sementara itu, mengenai koalisi ke depan, Anas Urbaningrum mengatakan, nanti akan dibahas setelah pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg).
"Pertemuan lanjutan akan dilaksanakan, sebagaimana pernah berlangsung pertemuan dua pekan silam. Setelah Pileg sangat mungkin makin intensif," katanya meyakinkan.
Pertemuan Dengan PAN
Selain dengan PKB, demikian Anas Urbaningrum, telah pula berlangsung pertemuan SBY dengan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir (SB), Rabu malam (25/3).
"Agak beda dikit, karena PAN terakhir kan mengambil jalan sebagai mitra kritis Pemerintah," katanya menjelaskan inti pertemuan itu.
Namun demikian, lanjutnya, sekarang `setrum`-nya terasa makin `nyambung.
"Soal koalisi? Belum dibahas. Baru akan dibicarakan setelah Pileg juga," jelas Anas Urbaningrum lagi. (*)
Thursday, March 26, 2009
Yudhoyono Bertemu Soetrisno Bachir
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir. Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Yudhoyono, Puri Cikeas, Kamis malam.
"Dihadiri Yudhoyono dan Soetrisno Bachir dan didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo" kata Ketua DPP bidang Politik Partai Demokrat Anas Urbaningrum, kepada Tempo.
Anas mengatakan substansi pembicaraan antara kedua tokoh partai politik itu mirip dengan pembicaraan antara Yudhoyono dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. Namun sedikit berbeda. "Karena PAN mengambil jalan sebagai mitra kritis pemerintah," katanya.
Ia mengungkapkan usai pertemuan semalam tampak ada kemajuan hubungan antara Partai Demokrat dengan PAN. "Sekarang setrumnya makin terasa nyambung," kata Anas. Sebagai sesama partai politik reformasi, lanjut Anas, tanda-tanda perkawanan antara kedua partai semakin kental. "Setrum politiknya makin terasa," katanya.
Namun Anas berkelit saat ditanya apakah pertemuan itu menguatkan sinyal koalisi antara PAN dengan Partai Demokrat. Ia mengatakan kepastian soal koalisi tetap menunggu hasil pemilihan legislatif. "Belum dibahas, konsisten menunggu pemilihan legislatif," katanya.
Sehari sebelumnya, Yudhoyono bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin di tempat yang sama. Pertemuan ini ditindaklanjuti di tingkat sekretaris jenderal yang menelurkan kesepakatan mengawal proses pemilihan legislatif. Siang tadi, Yudhyono kembali mengundang tokoh dari Partai Kebangkitan Bangsa. Kali ini, Ketua Umum Muhaimin Iskandar didampingi Sekretaris Jenderal PKB, Lukman Edy, Wakil Sekretaris jenderal PKB, Helmy Faisal Zaini. Sementara Yudhoyono didampingi oleh Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo.
"Dihadiri Yudhoyono dan Soetrisno Bachir dan didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo" kata Ketua DPP bidang Politik Partai Demokrat Anas Urbaningrum, kepada Tempo.
Anas mengatakan substansi pembicaraan antara kedua tokoh partai politik itu mirip dengan pembicaraan antara Yudhoyono dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. Namun sedikit berbeda. "Karena PAN mengambil jalan sebagai mitra kritis pemerintah," katanya.
Ia mengungkapkan usai pertemuan semalam tampak ada kemajuan hubungan antara Partai Demokrat dengan PAN. "Sekarang setrumnya makin terasa nyambung," kata Anas. Sebagai sesama partai politik reformasi, lanjut Anas, tanda-tanda perkawanan antara kedua partai semakin kental. "Setrum politiknya makin terasa," katanya.
Namun Anas berkelit saat ditanya apakah pertemuan itu menguatkan sinyal koalisi antara PAN dengan Partai Demokrat. Ia mengatakan kepastian soal koalisi tetap menunggu hasil pemilihan legislatif. "Belum dibahas, konsisten menunggu pemilihan legislatif," katanya.
Sehari sebelumnya, Yudhoyono bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin di tempat yang sama. Pertemuan ini ditindaklanjuti di tingkat sekretaris jenderal yang menelurkan kesepakatan mengawal proses pemilihan legislatif. Siang tadi, Yudhyono kembali mengundang tokoh dari Partai Kebangkitan Bangsa. Kali ini, Ketua Umum Muhaimin Iskandar didampingi Sekretaris Jenderal PKB, Lukman Edy, Wakil Sekretaris jenderal PKB, Helmy Faisal Zaini. Sementara Yudhoyono didampingi oleh Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo.
SBY Sudah Lama Incar Imin
INILAH.COM, Jakarta - Pertemuan antara SBY dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dikatakan hanya sebagai silaturahmi politik biasa. namun ternyata, pertemuan itu sudah lama direncanakan SBY.
"Pertemuan itu adalah silaturrahim antara Ketua Wanbin PD dengan Ketum PKB yg sudah lama direncanakan," ujar Ketua DPP PD bidang politik Anas Urbaningrum melalui SMS kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (26/3).
Menurut Anas, pertemuan itu hanyalah pertemuan biasa dari dua partai yang sekarang tengah bekerjasama di dalam pemerintahan. Pertemuan itu juga merupakan kelanjutan dari pertemuan PD dan PKB dua pekan silam.
"Yang dibahas adalah masalah-masalah kebangsaan dan kenegaraan, termasuk isu-isu mutakhir. Komitmennya adalah agar pemerintahan berjalan sampai selesai dan pemilu berjalan dengan sukses," katanya.
Soal koalisi, sambung Anas, belum dibicarakan karena baru akan dibahas setelah pelaksanaan pemilu legislatif. "Pertemuan lanjutan akan dilaksanakan, sebagaimana pernah berlangsung pertemuan 2 pekan silam. Setelah pileg sangat mungkin pertemuan makin intensif," pungkasnya. [mut/dil]
"Pertemuan itu adalah silaturrahim antara Ketua Wanbin PD dengan Ketum PKB yg sudah lama direncanakan," ujar Ketua DPP PD bidang politik Anas Urbaningrum melalui SMS kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (26/3).
Menurut Anas, pertemuan itu hanyalah pertemuan biasa dari dua partai yang sekarang tengah bekerjasama di dalam pemerintahan. Pertemuan itu juga merupakan kelanjutan dari pertemuan PD dan PKB dua pekan silam.
"Yang dibahas adalah masalah-masalah kebangsaan dan kenegaraan, termasuk isu-isu mutakhir. Komitmennya adalah agar pemerintahan berjalan sampai selesai dan pemilu berjalan dengan sukses," katanya.
Soal koalisi, sambung Anas, belum dibicarakan karena baru akan dibahas setelah pelaksanaan pemilu legislatif. "Pertemuan lanjutan akan dilaksanakan, sebagaimana pernah berlangsung pertemuan 2 pekan silam. Setelah pileg sangat mungkin pertemuan makin intensif," pungkasnya. [mut/dil]
Tuesday, March 24, 2009
Minta Pembagian BLT Diawasi, Mega Diangggap Teman Baik PD
(detik.com) Jakarta - Megawati pernah menginstruksikan agar kadernya mengawasi pembagian bantuan langsung tuna (BLT). Perintah itu dinilai merupakan pengakuan diam-diam bahwa program BLT sudah benar.
"Itu pengakuan diam-diam bahwa BLT adalah program yang benar dan bermanfaat. PDIP mulai sadar kekeliruannya dalam memandang BLT," kata ketua DPP PD Anas Urbaningrum kepada detikcom, Rabu (25/3/2009).
Anas berharap, sebagai oposisi, PDIP tidak berdasar filosofi jawa waton suloyo (asal beda). Dan langkah mengawasi BLT, kata dia, menunjukkan Mega sudah menjadi oposisi yang baik untuk pemerintah.
"Oposisi memang sebaiknya tidak menjadi waton sulayo. Kalau sulayo dengan pemerintah, musti dengan alasan yang maton (jelas), sehigga baik bagi demokrasi dan rakyat," kata pria yang menjadi caleg DPR dapil Jatim VI ini.
Anas pun mengaku sangat senang dengan langkah PDIP itu. "Kami senang jika PDIP mengawasi pelaksanaannya di lapangan. PD pun sejak awal sudah mengawasi pelaksanaannya. Kami senang sekarang punya teman baru untuk membantu memastikan implementasi yang baik," kata Anas.
( yid / ken )
"Itu pengakuan diam-diam bahwa BLT adalah program yang benar dan bermanfaat. PDIP mulai sadar kekeliruannya dalam memandang BLT," kata ketua DPP PD Anas Urbaningrum kepada detikcom, Rabu (25/3/2009).
Anas berharap, sebagai oposisi, PDIP tidak berdasar filosofi jawa waton suloyo (asal beda). Dan langkah mengawasi BLT, kata dia, menunjukkan Mega sudah menjadi oposisi yang baik untuk pemerintah.
"Oposisi memang sebaiknya tidak menjadi waton sulayo. Kalau sulayo dengan pemerintah, musti dengan alasan yang maton (jelas), sehigga baik bagi demokrasi dan rakyat," kata pria yang menjadi caleg DPR dapil Jatim VI ini.
Anas pun mengaku sangat senang dengan langkah PDIP itu. "Kami senang jika PDIP mengawasi pelaksanaannya di lapangan. PD pun sejak awal sudah mengawasi pelaksanaannya. Kami senang sekarang punya teman baru untuk membantu memastikan implementasi yang baik," kata Anas.
( yid / ken )
Anas: SBY Sangat Siap untuk Berdebat
VIVANEWS.COM JAKARTA -- Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengatakan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat siap berdebat saat ini juga. Bahkan, kata dia, SBY juga siap membalikkan semua pernyataan yang menyerang kebijakan pemerintah.
"Jika debat capres dilaksanakan sekarang pun SBY sudah siap tampil," ujar Anas yang dihubungi Republika, Selasa (24/3). Ia mengatakan bahwa tim debat capres yang akan menyokong SBY akan dibentuk setelah pemilihan legislatif nanti.
Menanggapi kritikan-kritikan yang keluar dari beberapa capres rival yang mengkritik SBY, Anas mengatakan bahwa SBY juga sudah siap melawan mereka. "Memang banyak yang mengkritik kebijakan ekonomi SBY, tetapi beliau juga sudah mengerti bagaimana menangkal kritikan-kritikan tersebut," katanya.
Sementara ditanya bagaimana jika melawan JK yang notabene mendapat bagian mengurus ekonomi di pemerintahannya, Anas mengungkapkan bahwa tidak ada kebijakan apa pun yang tidak diketahui SBY.
"SBY sangat mengerti persis dan sangat dalam mengenai kebijakan apa pun, termasuk kebijakan ekonomi, sehingga ia akan sangat bisa menyampaikannya kepada publik," ujarnya. - nan/ahi
"Jika debat capres dilaksanakan sekarang pun SBY sudah siap tampil," ujar Anas yang dihubungi Republika, Selasa (24/3). Ia mengatakan bahwa tim debat capres yang akan menyokong SBY akan dibentuk setelah pemilihan legislatif nanti.
Menanggapi kritikan-kritikan yang keluar dari beberapa capres rival yang mengkritik SBY, Anas mengatakan bahwa SBY juga sudah siap melawan mereka. "Memang banyak yang mengkritik kebijakan ekonomi SBY, tetapi beliau juga sudah mengerti bagaimana menangkal kritikan-kritikan tersebut," katanya.
Sementara ditanya bagaimana jika melawan JK yang notabene mendapat bagian mengurus ekonomi di pemerintahannya, Anas mengungkapkan bahwa tidak ada kebijakan apa pun yang tidak diketahui SBY.
"SBY sangat mengerti persis dan sangat dalam mengenai kebijakan apa pun, termasuk kebijakan ekonomi, sehingga ia akan sangat bisa menyampaikannya kepada publik," ujarnya. - nan/ahi
Friday, March 20, 2009
SBY Masuk Kandang Macan
INILAH.COM, Jakarta - Jadwal kampanye Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tersebar secara merata di sejumlah wilayah Indonesia. Namun di mana pun akan tampil, SBY ibarat masuk kandang macan, baik di Jawa, Bali, Sulawesi, maupun Sumatera.
Betapa tidak? Beberapa titik tempat kampanye SBY adalah basis partai politik lain. Jawa Timur m isalnya, SBY bakal tampil di basis pendukung PKB dan PDIP. Sedikitnya ada tiga titik kampanye yang harus dikunjungi ikon Demokrat itu, yaitu di Bangkalan dan Surabaya (Tambaksari dan Surabaya Convention Center/SCC).
Seolah hendak menantang partai oposisi, SBY juga tak segan berkampanye di kadang banteng di Denpasar, Bali. Tak hanya itu, di basis Partai Golkar, SBY juga akan hadir, seperti di Makassar, Medan, dan Palembang. Adakah lokasi ini sengaja dipilih untuk menghancurkan dukungan lawan?
Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menegaskan, pemilihan lokasi kampanye SBY bukan dalam rangka menggembosi basis partai politik lainnya. “Kita bukan menyerang ke jantung lawan, tapi menawarkan pengayaan pilihan di pasar demokratik,” ujar Anas kepada INILAH.COM, di Jakarta.
Apa sebenarnya maksud Anas? Bagaimana pula penjelasannya? Berikut ini wawancara lengkapnya:
Bisa dijelaskan pilihan lokasi tempat kampanye SBY?
Secara teknis memang kesempatan SBY terbatas. Hanya 9 hari (6 hari libur dan 3 hari cuti). Karena itu, dicari daerah-daerah yang memungkinkan untuk didatangi dalam keterbatasan waktu tersebut.
Tapi jika ditilik pilihan lokasinya, kampanye SBY lebih banyak bertempat di basis partai politik lainnya, seperti PKB di Jawa Timur, PDIP di Bali, Makassar basis Partai Golkar. Inikah upaya SBY menggerogoti kekuatan lawan?
Pilihan daerah itu karena memang tidak terlalu jauh dan secara demografi politik cukup gemuk. Kami tidak menyerang basis kompetitor, karena definisi basis sangat dinamis. Dari berbagai survei, distribusi dukungan kepada Partai Demokrat sangat merata. Karena itu, pemilihan daerah juga didasarkan pada jumlah pemilih.
Jadi bukan dalam rangka menggerogoti basis lawan?
Bukan menyerang ke jantung pertahanan lawan, melainkan menawarkan pengayaan pilihan di pasar demokratik yang besar. [P1]
Betapa tidak? Beberapa titik tempat kampanye SBY adalah basis partai politik lain. Jawa Timur m isalnya, SBY bakal tampil di basis pendukung PKB dan PDIP. Sedikitnya ada tiga titik kampanye yang harus dikunjungi ikon Demokrat itu, yaitu di Bangkalan dan Surabaya (Tambaksari dan Surabaya Convention Center/SCC).
Seolah hendak menantang partai oposisi, SBY juga tak segan berkampanye di kadang banteng di Denpasar, Bali. Tak hanya itu, di basis Partai Golkar, SBY juga akan hadir, seperti di Makassar, Medan, dan Palembang. Adakah lokasi ini sengaja dipilih untuk menghancurkan dukungan lawan?
Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menegaskan, pemilihan lokasi kampanye SBY bukan dalam rangka menggembosi basis partai politik lainnya. “Kita bukan menyerang ke jantung lawan, tapi menawarkan pengayaan pilihan di pasar demokratik,” ujar Anas kepada INILAH.COM, di Jakarta.
Apa sebenarnya maksud Anas? Bagaimana pula penjelasannya? Berikut ini wawancara lengkapnya:
Bisa dijelaskan pilihan lokasi tempat kampanye SBY?
Secara teknis memang kesempatan SBY terbatas. Hanya 9 hari (6 hari libur dan 3 hari cuti). Karena itu, dicari daerah-daerah yang memungkinkan untuk didatangi dalam keterbatasan waktu tersebut.
Tapi jika ditilik pilihan lokasinya, kampanye SBY lebih banyak bertempat di basis partai politik lainnya, seperti PKB di Jawa Timur, PDIP di Bali, Makassar basis Partai Golkar. Inikah upaya SBY menggerogoti kekuatan lawan?
Pilihan daerah itu karena memang tidak terlalu jauh dan secara demografi politik cukup gemuk. Kami tidak menyerang basis kompetitor, karena definisi basis sangat dinamis. Dari berbagai survei, distribusi dukungan kepada Partai Demokrat sangat merata. Karena itu, pemilihan daerah juga didasarkan pada jumlah pemilih.
Jadi bukan dalam rangka menggerogoti basis lawan?
Bukan menyerang ke jantung pertahanan lawan, melainkan menawarkan pengayaan pilihan di pasar demokratik yang besar. [P1]
Anas: Demokrat dan SBY Tidak Mau Curang
JAKARTA, KOMPAS.com — Menanggapi kabar yang beredar bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali mengubah jadwal kampanye terbuka untuk ketiga kalinya demi menyesuaikan dengan jadwal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat, Ketua Bidang Politik Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyanggah hal tersebut.
"Partai Demokrat dan Presiden SBY tidak selera untuk itu (curang)," ujar Anas kepada Kompas.com di sela-sela kunjungan politik Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang di DPP PBB, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (19/3) malam.
Anas menambahkan, Partai Demokrat memang memiliki target untuk memenangi Pemilihan Umum 2009. "Namun, kata curang tidak ada dalam kamus strategi pemenangan Partai Demokrat," katanya.
HIN
"Partai Demokrat dan Presiden SBY tidak selera untuk itu (curang)," ujar Anas kepada Kompas.com di sela-sela kunjungan politik Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang di DPP PBB, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (19/3) malam.
Anas menambahkan, Partai Demokrat memang memiliki target untuk memenangi Pemilihan Umum 2009. "Namun, kata curang tidak ada dalam kamus strategi pemenangan Partai Demokrat," katanya.
HIN
Tuesday, January 27, 2009
Partai Demokrat Anggap Mega Semakin Panik
(Dikirim dari www.BungAnas.com)
SURABAYA | SURYA Online - Partai Demokrat gerah juga pemerintahan SBY-JK yang disokongnya dikritik terus-terusan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati binti Sukarno. “Pernyataan itu menjadi tanda yang nyata bahwa Ibu Mega panik dengan kebijakan pemerintah yang populis,” kata Ketua Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, lewat pesan singkatnya kepada SURYA Online, Selasa (27/1/2009).
Menut dia, Megawati sebagai pemimpin partai yang mengaku pro wong cilik, mestinya berani mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menguntungkan rakyat kecil. “Jangan karena analisis popularitas pemerintah naik lantaran harga BBM turun, lantas panik dan memproduksi penilaian yang tidak tepat,” pintanya.
Anas yang juga caleg DPR RI dari Demokrat untuk Dapil Jatim VI (Kediri, Tuluangung, Blitar) ini menilai, pernyataan Megawati itu memperjelas beda antara pemerintah dan oposisi. “Pemerintah menjalankan politik do something (mengerjakan sesuatu), sedangkan Ibu Mega melaksanakan politik do nothing (tak mengerjakan apapun). Partai oposisi hanya produktif dalam melahirkan ibarat dan perumpamaan, misalnya, seperti poco-poco dan seperti yoyo,” ujarnya.
Anas yakin, rakyat tidak suka oposisi yang tidak obyektif, semenarik apapun pengibaratannya, tidak akan mampu memisahkan perasaan rakyat kepada pemerintah yang bekerja. “Pemerintah yang bekerja keras dan mendatangkan faedah nyata ketimbang oposisi yang hanya berpikir keras memproduksi kalimat-kalimat ibarat atau perumpamaan,” kecamnya. yul
SURABAYA | SURYA Online - Partai Demokrat gerah juga pemerintahan SBY-JK yang disokongnya dikritik terus-terusan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati binti Sukarno. “Pernyataan itu menjadi tanda yang nyata bahwa Ibu Mega panik dengan kebijakan pemerintah yang populis,” kata Ketua Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, lewat pesan singkatnya kepada SURYA Online, Selasa (27/1/2009).
Menut dia, Megawati sebagai pemimpin partai yang mengaku pro wong cilik, mestinya berani mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menguntungkan rakyat kecil. “Jangan karena analisis popularitas pemerintah naik lantaran harga BBM turun, lantas panik dan memproduksi penilaian yang tidak tepat,” pintanya.
Anas yang juga caleg DPR RI dari Demokrat untuk Dapil Jatim VI (Kediri, Tuluangung, Blitar) ini menilai, pernyataan Megawati itu memperjelas beda antara pemerintah dan oposisi. “Pemerintah menjalankan politik do something (mengerjakan sesuatu), sedangkan Ibu Mega melaksanakan politik do nothing (tak mengerjakan apapun). Partai oposisi hanya produktif dalam melahirkan ibarat dan perumpamaan, misalnya, seperti poco-poco dan seperti yoyo,” ujarnya.
Anas yakin, rakyat tidak suka oposisi yang tidak obyektif, semenarik apapun pengibaratannya, tidak akan mampu memisahkan perasaan rakyat kepada pemerintah yang bekerja. “Pemerintah yang bekerja keras dan mendatangkan faedah nyata ketimbang oposisi yang hanya berpikir keras memproduksi kalimat-kalimat ibarat atau perumpamaan,” kecamnya. yul
Tuesday, January 20, 2009
Iklan PD Diprotes: Partai Demokrat Balas Kritik Agung Laksono
(Dikrim dari www.BungAnas.com)
Jakarta (Detik.com) - Iklan klaim Partai Demokrat (PD) dalam keberhasilan SBY menurunkan tarif BBM diprotes Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono. PD mengaku iklan itu bukanlah klaim keberhasilan partainya, tapi dukungan kepada pemerintah SBY.
"Kalau mau mencermati, iklan PD bukan mengklaim. Itu adalah iklan yang isinya dukungan PD kepada pemerintahan Presiden SBY atas penurunan harga BBM," kata salah seorang Ketua DPP PD Anas Ubaningrum kepada detikcom via pesan singkatnya di Jakarta, Senin (19/1/2009) malam.
Justru Anas mempertanyakan pernyataan Ketua DPR dan Wakil Ketua DPP Partai Golkar itu, di mana bagian dari iklan yang menyatakan kerja Partai Demokrat sendiri. Bahkan, tidak ada klaim keberhasilan partainya terhadap penurunan harga BBM.
"Apakah salah kalau PD menyatakan dukungan kepada pemerintahan SBY atas penurunan harga BBM? Di mana letaknya tidak menghargai koalisi?" tegas Anas balik bertanya.
Justru, lanjut Anas, pihaknya merasa senang ketika Partai Golkar mengiklankan keberhasilan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menuntaskan konflik Aceh. Tidak ada iklan Golkar yang menyatakan keberhasilan pemerintah, keberhasilan kadernya di eksekutif dan legislatif yang diprotes.
"Kami justru senang dan mengapresiasi. Kami juga tidak akan protes kalau Golkar bikin iklan penurunan harga BBM. Justru kami menunggu," tandasnya lagi.
Inilah yang dimaksudkan Anas bahwa partainya selama ini menghormati dan memahami koalisi. Seharusnya, semua peserta koalisi konsisten bersikap dan mensosialisasikan capaian dan keberhasilan pemerintah.
"Bukan saling memprotes. Energi buat protes lebih baik diubah menjadi energi untuk kampanye dan sosialisasi keberhasilan pemerintah," pintanya. (zal/mok)
Jakarta (Detik.com) - Iklan klaim Partai Demokrat (PD) dalam keberhasilan SBY menurunkan tarif BBM diprotes Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono. PD mengaku iklan itu bukanlah klaim keberhasilan partainya, tapi dukungan kepada pemerintah SBY.
"Kalau mau mencermati, iklan PD bukan mengklaim. Itu adalah iklan yang isinya dukungan PD kepada pemerintahan Presiden SBY atas penurunan harga BBM," kata salah seorang Ketua DPP PD Anas Ubaningrum kepada detikcom via pesan singkatnya di Jakarta, Senin (19/1/2009) malam.
Justru Anas mempertanyakan pernyataan Ketua DPR dan Wakil Ketua DPP Partai Golkar itu, di mana bagian dari iklan yang menyatakan kerja Partai Demokrat sendiri. Bahkan, tidak ada klaim keberhasilan partainya terhadap penurunan harga BBM.
"Apakah salah kalau PD menyatakan dukungan kepada pemerintahan SBY atas penurunan harga BBM? Di mana letaknya tidak menghargai koalisi?" tegas Anas balik bertanya.
Justru, lanjut Anas, pihaknya merasa senang ketika Partai Golkar mengiklankan keberhasilan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menuntaskan konflik Aceh. Tidak ada iklan Golkar yang menyatakan keberhasilan pemerintah, keberhasilan kadernya di eksekutif dan legislatif yang diprotes.
"Kami justru senang dan mengapresiasi. Kami juga tidak akan protes kalau Golkar bikin iklan penurunan harga BBM. Justru kami menunggu," tandasnya lagi.
Inilah yang dimaksudkan Anas bahwa partainya selama ini menghormati dan memahami koalisi. Seharusnya, semua peserta koalisi konsisten bersikap dan mensosialisasikan capaian dan keberhasilan pemerintah.
"Bukan saling memprotes. Energi buat protes lebih baik diubah menjadi energi untuk kampanye dan sosialisasi keberhasilan pemerintah," pintanya. (zal/mok)
Labels:
Agung Laksono,
ANAS URBANINGRUM,
BBM,
DPR RI,
Jusuf Kalla,
SBY,
Susilo Bambang Yudhoyono
Subscribe to:
Posts (Atom)