Showing posts with label muhaimin iskandar.. Show all posts
Showing posts with label muhaimin iskandar.. Show all posts

Thursday, March 26, 2009

Wah, SBY Ketemu SB Sebelum Imin

INILAH.COM, Jakarta - Memang tidak diduga sebelumnya kalau SBY diam-diam ternyata bermanuver politik dengan melakukan pertemuan dengan sejumlah petinggi parpol. Sebelum bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, ternyata SBY sudah bertemu Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir.

"Pertemuan dengan nada dan subtansi yang mirip-mirip dengan PKB juga berlangsung antara SBY dan SB, tadi malam (Rabu (25/3)," ujar Ketua DPP PD bidang politik Anas Urbaningrum melalui SMS kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (26/3).

Menurut Anas pertemuan dengan SB agak sedikit berbeda karena PAN mengambil jalan sebagai mitra kritis pemerintah. "Namun demikian, sekarang setrumnya terasa makin nyambung antara PD dengan PAN," ungkapnya.

Anas menyatakan, pertemuan tersebut membahas masalah-masalah kebangsaan dan kenegaraan, termasuk isu-isu mutakhir. Dari pertemuan itu lahir komitmen agar pemerintahan berjalan sampai selesai dan pemilu berjalan dengan sukses.

Sebelumnya, Sekjen DPP PD Marzuki Alie sebelumnya mengatakan kalau pertemuan dengan PAN dijadwalkan setelah bertemu dengan PKB. Namun menurut Marzuki, yang dijadwalkan adalah pertemuan antar sesama Ketua Dewan Pembina Partai Demokran dengan Ketua Dewan Pembina PAN. [mut/dil]

Monday, March 16, 2009

Demokrat - PKB, Muhaimin Berkepentingan Rawat Koalisi

Jakarta, 16/3 (ANTARA.co.id) - Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Senin, menyatakan, pihaknya dan DPP Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Muhaimian amat berkepentingan merawat dan mengembangkan kerjasama koalisi dengan baik.

Ia mengatakan itu, sehubungan dengan rencana pertemuan Partai Demokrat (PD)-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin, Senin nanti malam (16/3) sekitar jam 19.00 di Kantor DPP PKB.

"Rombongan kami terdiri atas pak Hadi Utomo (Ketua Umum DPP PD), Marzuki Ali (Sekjen DPP PD), Syarif Hasan (Ketua Fraksi PD di DPR RI) dan saya," ungkapnya.

Agenda yang dibicarakan, menurutnya, hanalah semacam silaturrahim antar partai, karena kebetulan sekarang ada di dalam koalisi di Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla.

"Kan PD dan PKB sekarang adalah partai yang sekarang tengah berkoalisi yang tentunya mempunyai kepentingan untuk merawat dan mengembangkan kerjasama dengan baik," tegas mantan Ketua Umum PB HMI ini kepada ANTARA.

Ia juga mengatakan, pihaknya juga ingin terus menjaga peluang yang terbuka untuk membangun kerjasama lanjutan (dengan PKB versi Muhaimin ini).

"Tentu saja koalisi definitif baru akan dibahas dan ditetapkan setelah Pemilu Legislatif (Pileg)," kata Anas Urbaningrum lagi.

Sebagaimana diberitakan berbagai media, Sabtu (akhir pekan lalu), PKB versi KH Abdurrahman Wahid telah menyerukan kepada massa-nya untuk mendukung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pimpinan Prabowo Subiyanto.

Sementara itu, Sekjen DPP PKB versi KH Abdurrahman Wahid, yakni Yenny Z Wahid, terus mendorong massa mereka berkoalisi dengan PDI Perjuangan pada Pileg kali ini. (*)

Saturday, March 7, 2009

PD Tanggapi Positif Kehadiran Poros Bumi

(Demokrat.or.id) Jakarta-Partai Demokrat menanggapi positif kehadiran Poros Bumi yang digagas untuk menduetkan Sultan Hemengku Buwono dengan Muhaimin Iskandar. Hal ini dikarenakan banyaknya alternatif pilihan capres dalam Pilpres 2009 merupakan sesuatu yang halal dan tidak akan membinggungkan rakyat.

"Banyak alternatif adalah bagian yang halal dari keindahan demokrasi. Tidak akan membingungkan rakyat," kata Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik dan Otonomi Daerah Anas Urbaningrum kepada okezone di Jakarta, Kamis 5 Maret 2009.

Anas menilai poros-poros yang ada saat ini baru sebatas bunga-bunga politik menjelang pilpres. Pasalnya, poros-poros yang muncul belum tentu menjadi poros sesungguhnya.

Hal tersebut dikarenakan poros yang faktual adalah bila sudah ada parpol atau gabungan parpol yang mencapai 20 persen kursi atau 25 persen suara. "Inilah yang disebut poros," imbuh Anas.

Karena itu, Anas memprediksi, jika dasarnya perolehan suara maka dalam Pilpres 2009 paling banyak hanya akan ada tiga poros. Atau jika berdasarkan kursi DPR hanya akan ada empat poros.

"Jadi untuk pilpres, maksimal akan ada empat poros. Sangat mungkin hanya akan ada tiga poros atau bahkan terbuka berhimpun dalam dua poros saja,'' Anas mengungkapkan. (Anto)