Showing posts with label pks. Show all posts
Showing posts with label pks. Show all posts

Monday, May 11, 2009

Koalisi PD dengan PKS dan PKB Oke, Tinggal PDIP dan PPP

(mediaindonesia.com) JAKARTA--MI: Koalisi Partai Demokrat (PD) dengan partai-partai pendukung semakin mendekati finalisasi. Hanya dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang masih dalam komunikasi politik.

Hingga saat ini, PD baru memastikan berkoalisi dengan satu partai yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PD sudah memiliki kesepahaman dan sepakat melakukan kontrak politik. "Dengan PKS, kami sudah sepaham dan sepakat berkoalisi dengan kontrak politik mendukung pemerintahan presidensial terdiri dari 10 agenda kerja pemerintah dan tinggal ditandatangani," ujar ketua DPP PD bidang politik Anas Urbaningrum dalam pesan singkatnya ke Media Indonesia di Jakarta, Senin (11/5).

Dengan PKS, pasca-munas PKS, PD telah dua kali melakukan pertemuan membahas koalisi. Pertama di Sari Pan Pasifik yang kemudian disusul pertemuan selanjutnya di Nikko Hotel.

Sementara dengan PPP, Anas menyatakan akan segera ditindaklanjuti mengkongkritkan koalisi. Hal itu dilakukan setelah PPP secara internal telah menyatakan resmi mendukung calon presiden dari PD yang juga ketua dewan pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Sedangkan dengan PDIP tengah pada tahapan komunikasi politik substantif untuk membicarakan kepentingan kebangsaan," ujar Anas.

Sebelumnya, SBY di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/5) malam, menyatakan, dalam satu hingga tiga hari ke depan, PD mematangkan koalisi.

"Memang komunikasi politik dilakukan terus menerus, tetapi semuanya menjadi lebih jelas dan kongkrit setelah hasilnya diumumkan," ujarnya.

Selain mematangkan koalisi, PD akan mendeklarasikan koalisi dan mengumumkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) periode 2009-2014. Yang kemudian akan didaftarkan secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Rencananya, pendeklarasian akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/5). (Rin/OL-04)

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tuesday, April 28, 2009

SBY Telah Terima Amplop Nama Cawapres PKS

(detik.com) Jakarta - Nama-nama cawapres yang diusulkan PKS ke Partai Demokrat dalam amplop telah sampai ke tangan SBY. Namun nama-nama cawapres itu masih dirahasiakan.

"Insya Allah sudah diterima SBY," kata Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum usai pertemuan PKS dan Demokrat di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2009)

Meski sudah diterima SBY, namun Anas mengaku belum mengetahui isi dari nama-nama yang diajukan oleh PKS melalui amplop tertutup tersebut. "Belum tahu karena tertutup," akunya.

Anas mengatakan, keputusan soal cawapres mutlak berada di tangan SBY. Kader yang lain tidak berhak mencampurinya.

"Kita kosisten dengan hasil Rapimnas kemarin bahwa soal cawapres itu wewenangnya SBY untuk memilih, sehingga tim 9 tidak bekerja menentukan cawapres lagi, tapi menentukan platform kebijakan yang menentukan kebijakan koalisi," terang Anas.

Anas menambahkan, koalisi dengan partai apapun harus berdasarkan pada platform yang sama, yakni demokrasi, kesejahteraan, dan keadilan. ( mpr / sho )

Sunday, April 26, 2009

PD Minta PKS Ajukan Proposal Cawapres

INILAH.COM, Jakarta - Perlakuan Partai Demokrat soal cawapres antara Golkar dan PKS ternyata berbeda. Bila dengan Golkar cukup bernegosiasi, kalau PKS harus ajukan proposal terlebih dahulu.

"Kalau Golkar memang awalnya menjadi prioritas utama, tapi karena golkar menyatakan akan mencalonkan presiden jadi terbuka untuk koalisi lain. Kalau PKS mau harus ajukan proposal," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum seusai Rapimnas PD di Arena PRJ, Jakarta, Minggu (26/4).

Menurut Anas, Tim 9 koalis PD tentu akan menjalin komunikasi yang baik dengan PKS terkait hasil keputusan Musyawarah Majelis Syura PKS yang akan mengajukan nama-nama cawapres untuk SBY.

"Tapi kalau PKS sudah secara resmi parpolnya berkoalisi dengan kita maka itu lebih biak. Soal cawapres nanti kami serahkan sepenuhnya kepada SBY," katanya.

Hasil Rapimnas PD memang memandatkan SBY sebagai capres untuk menetapkan cawapres yang akan mendampinginya. "Ini juga merupakan pesan agar bila bicara capres-cawapres sebaiknya parpol sahabat yang

akan tergabung dalam koalisi juga mempercayakan penuh kepada SBY untuk menetukan pilihannya demi kebaikan bangsa dan negara," jelasnya.

Setelah Golkar menyatakan mengusung capres sendiri, sambung Anas, apakah nantinya cawapres SBY berasal dari peserta koalisi atau tokoh non parpol menjadi cair kembali. "Jadi kesempatannya sama apa dari

parpol atau non parpol. Yang penting tepat dalam membangun koalisi pemerintahan yang kuat. Kami sendiri punya pendirian untuk tidak memaksa SBY memilih cawapresnya," imbuhnya. [mut/dil]

Demokrat: Status PKS Masih Proposal

VIVAnews - Partai Demokrat secara resmi baru menyebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai mitra koalisi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) baru saja memutuskan berkoalisi dengan Demokrat. Demokrat pun menanggapi putusan PKS ini.

"Partai mitra bisa usulkan cawapres, statusnya proposal," kata Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Bidang Politik, Anas Urbaningrum, dalam jumpa pers usai Rapat Pimpinan Nasional di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu, 26 April 2009.

Menurut Anas, partai mitra koalisi yang mengusulkan calon pendamping Yudhoyono statusnya proposal. Dengan kata lain, bisa diterima atau ditolak. Sebab, pendirian Demokrat jelas yakni menyerahkan sepenuhnya pada Ketua Dewan Pembina Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Anas menegaskan, Demokrat memandang secara proporsional calon presiden baik dari partai yang perolehan suara legislatif nomor dua atau nomor tiga. "Awalnya proporsionalitas memandang hasil Pemilu Legislatif penting," kata Anas.

Tetapi setelah setelah Golkar memutuskan mengusung calon presiden, Demokrat menjalankan strategi baru. Sementara itu Ketua DPP Demokrat Andi Mallarangeng mengatakan partainya telah memberi mandat sepenuhnya pada Yudhoyono.

Sebab, pemerintahan koalisi harus didukung adanya pemerintahan efektif, kompak, dan kuat. "Salah satu penentunya chemistry hubungan capres-cawapres," kata Andi.

Tuesday, April 21, 2009

Demokrat-PKS Akhirnya Koalisi

(okezone.com) JAKARTA - Setelah tarik ulur beberapa kali, wacana koalisi antara Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya terwujud.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada okezone, Selasa (21/4/2009).

"Jalan menuju koalisi Partai Demokrat dengan PKS makin dekat, titi-titik untuk membangun kerja sama makin banyak," ujar Anas.

Lebih lanjut Anas menambahkan, Demokrat jujga tetap menghormati mekanisme internal di PKS. "Karena itu, kami tentu menunggu keputusan institutional dari PKS," ujarnya.

Anas menambahkan, setelah PKB secara jelas menyatakan berkoalisi dengan Demokrat, beberapa partai politik peserta Pemilu 2009 juga berkoalisi dengan Demokrat.

"Kami berharap PKS dan beberapa partai yang lain juga setuju berkoalisi untuk membangun pemerintahan yang kuat, efektif dan berkompeten mengurus kepentingan rakyat," pungkasnya.

Thursday, April 2, 2009

Anas: Koalisi masih di atas pasir

(harianjogja.com) JAKARTA: Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menyebutkan, Demokrat hingga kini belum merumuskan kriteria calon wakil presiden yang akan disandingkan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Buat kami lebih bagus dirumuskan bersama dengan partai-partai. Kami ingin presiden dan wakil presiden kompak secara pribadi dan kinerja, shingga pengalaman SBY-JK yang sudah baik itu menjadi baik lagi," ujar Anas, seusai diskusi Partai Demokrat mengenai koalisi dan cawapres di Jakarta, kemarin.

Anas menambahkan hingga kini Demokrat juga belum memutuskan nama cawapres yang akan maju. Saat ditanya peluang kembali mempertahankan duet SBY-JK, Anas menjawab, kemungkinan itu ibarat buku yang masih terbuka dan belum ada calon wakil presiden definitif.

"Kami belum tahu keputusan Golkar dan partai lain. Apa partai lain berserela. Duet ini sebagai pengalaman pertama pasca reformasi duet yang bagus. Utuh sampai selesai, punya komitmen kenegarawanan," tambahnya.

Semua partai yang nantinya menjalin koalisi dan mendukung SBY, lanjut Anas, harus memiliki komitmen. Hal itu diperlukan guna memperbaiki koalisi pada pemerintahan SBY-JK.

“Capres dan cawapres itu harus berdasarkan perkawinan yang sukarela, bukan kawin paksa. Masing-masing harus sukarela menerima," lanjutnya.

Hingga kini Demokrat telah menjalin komunikasi politik terbuka dengan tujuh partai, yaitu PKS, PAN, PKB, PBB, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Patriot, dan Partai Demokrasi Pembaruan.

Anas menambahkan, sebelum masa tenang, Demokrat berencana menyambangi satu partai lagi. Jumlah partai yang akan dikunjungi dalam kerangka membangun komunikasi politik juga akan bertambah setelah pemilihan legislatif.

Anas menekankan, koalisi definitif tetap akan menunggu hasil pemilihan legislatif. "Kalau sekarang koalisi belum ada kejelasan kerangkanya, namanya koalisi di atas pasir."

Saturday, March 28, 2009

Demokrat Dan PKS Berkomitmen Pererat Kerjasama

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Sabtu, mengungkapkan, partainya akan terus membangun komitmen untuk memperat kerjasama politik dengan Partai Keadilan Sejahtera.

"Pertemuan Ketua Dewan Pembina (Wanbin) DPP Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hilmi Amninuddin, Rabu (25/3) lalu, merupakan implementasi dari upaya bersama tersebut," katanya.

Pertemuan dua pimpinan partai politik (Parpol) peserta Pemilu ini, merupakan kelanjutan dari dialog bersama Presiden PKS, Tifatul Sembiring dengan Ketua Umum DPP PD, Hadi Utomo, dua pekan sebelumnya.

"Pertemuan kali ini pun juga dalam rangka mempererat persahabatan dan kerjasama politik yang selama ini telah berlangsung," ungkap Anas Urbaningrum.

Komitmennya, demikian mantan Ketua Umum PB HMI ini, ialah, bagaimana Pemerintah (yang didukung PD dan PKS) sekarang dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

"Juga, bagaimana Pemilu berjalan luber dan jurdil. Itu komitmennya. Pertemuan lanjutan dan hal-hal teknis akan dibahas oleh masing-masing Sekretaris Jenderal (Sekjen)," kata Anas Urbaningrum dalam nada penuh arti.

Silaturahim SBY-Imin

Sementara itu, mengenai pertemuan Ketua Dewan Pembina (Wanbin) PD, Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, Kamis pagi (26/3), menurut Anas Urbaningrum, juga hanya silaturahim biasa dan tidak ada masalah khusus, apalagi menetapkan koalisi.

Sekitar dua pekan silam juga, menurutnya, telah terjadi pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo dengan Muhaimin Iskandar dan sejumlah pengurus partai masing-masing.

"Jelasnya, pertemuan SBY-Muhaimin itu adalah silaturahim antara Ketua Wanbin, pak SBY dengan Ketua Umum PKB, cak Imin yang sudah lama direncanakan," ungkap Anas Urbaningrum.

Mantan Ketua Umum PB HMI itu menambahkan, ini merupakan pertemuan dari dua partai yang sekarang tengah bekerjasama di dalam pemerintahan. "Ya benar, kelanjutan dari pertemuan Partai Demokrat dan PKB dua pekan silam," ujarnya.

Mengenai materi yang dibahas dalam pertemuan kedua ini, menurutnya, menyangkut pula masalah-masalah kebangsaan dan kenegaraan.

"Termasuk isu-isu mutakhir. Tetapi yang jelas, komitmennya adalah agar pemerintahan berjalan sampai selesai dan pemilu berjalan dengan sukses," katanya.

Sementara itu, mengenai koalisi ke depan, Anas Urbaningrum mengatakan, nanti akan dibahas setelah pelaksanaan pemilu legislatif.

"Pertemuan lanjutan akan dilaksanakan, sebagaimana pernah berlangsung pertemuan dua pekan silam. Setelah Pemilu 9 April 2009 sangat mungkin makin intensif," katanya meyakinkan.

Dengan PAN

Selain dengan PKB, demikian Anas Urbaningrum, telah pula berlangsung pertemuan Soesilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir, Rabu malam (25/3).

"Agak beda sedikit, karena PAN terakhir kan mengambil jalan sebagai mitra kritis pemerintah," katanya menjelaskan inti pertemuan itu.

Namun demikian, lanjutnya, sekarang "setrum"-nya terasa makin "nyambung".

"Soal koalisi? Belum dibahas. Baru akan dibicarakan setelah Pemilu 2009 juga," jelas Anas Urbaningrum.

Tuesday, March 24, 2009

PD Pererat Kerjasama dengan PKS

(detik.com) Jakarta - Petinggi Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) bertemu muka. PD mengaku pertemuan ini sebagai usaha mempererat
hubungan baiknya dengan PKS menghadapi pilpres Juli nanti.

"Ini kan sudah direncanakan, yang pasti mempererat silaturahmi dan memperdalam
tipologi kerjasama PD dengan PKS," kata Ketua DPP PD Anas Urbaningrum saat
dihubungi wartawan melalui telepon, Rabu (25/3/2009).

Namun Anas menyangkal apabila pertemuan tadi malam di kediaman SBY di Cikeas, disebut sebagai koalisi. PD tetap pada keputusan semula yang akan menetapkan partai yang akan menjadi partner koalisinya seusai pemilu legislatif 9 April 2009 nanti.

"Baik PD maupun PKS memiliki kepentingan untuk menjaga hubungan baik, koalisi
definitif tetap seusai pileg," pungkas Anas.

Diakui Anas, partainya memang membuka pintu lebar-lebar untuk bekerja sama dengan
partai politik manapun. Hal itu untuk bersama-sama memecahkan persoalan yang
menghambat pembangunan nasional.

"PD menjalankan politik pintu terbuka untuk berkomunikasi dengan partai
politik lain. Terlebih PKS juga terlibat di pemerintahan," tutur mantan ketua umum PB HMI.

Selasa (23/3/2009) malam, Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Ketua Majelis
Syuro PKS Hilmi Aminuddin di kediaman pribadi SBY, Puri Cikeas, Bogor. Pertemuan keduanya akan ditindaklanjuti olejh para Sekjen kedua partai.
( van / Rez )

Wednesday, March 11, 2009

Partai Demokrat Akui Tak Bisa Berjalan Sendiri

Jakarta (ANTARA News) - Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Rabu, mengakui, partainya tidak bisa berjalan sendirian ke depan, sehingga membangun kebersamaan merupakan sebuah keharusan.

"Ke arah mana koalisi? Terus terang koalisi yang harus lebih kuat, efektif disertai konsistensi yang tajam," katanya saat bersama Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD), Hadi Utomo, menghadiri undangan diskusi "Ke Arah Mana Koalisi Parpol Pasca Pemilu 2009", di Sekretariat DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, kedatangan mereka untuk memenuhi undangan DPP PKS, tidak sedang merintis koalisi.

"Tetapi sedang berkoalisi dengan capaian-capaian yang semakin baik. Yakni di bidang pertanian, pendidikan, kesehatan pemberantasan korupsi dan yang lainnya sebagaimana amanat reformasi," katanya dalam diskusi yang diawali oleh pemaparan Presiden PKS, Tifatul Sembiring selaku tuan rumah.

Dalam konteks itu, Anas Urbaningrum sekali lagi menegaskan, perlu suatu penguatan untuk perubahan yang menjamin adanya kesinambungan.

"Di sinilah kita butuh kebersamaan. Karena, memang kita tidak bisa berjalan sendirian. Harus membangun kebersamaan, suatu `partnership` dengan Parpol yang visinya sama, atau sekurang-kurangnya tidak bertabrakan," ujarnya.

Menurut Anas Urbaningrum, koalisi yang akan dibangun ke depan, ialah, harus lebih kuat, efektif, disertai konsistensi tajam.

"Jadi, ke arah mana koalisi itu? Terus terang yang itu tadi. Koalisi yang lebih kuat, efektif disertai konsistensi. Dalam pemerintahan, jelas mencerminkan dia itu partai dalam pemerintahan. Mana jalannya pemerintahan, mana yang oposisi, mesti jelas. Jadi, dua kaki harus di pemerintahan," tandasnya.

Tetapi, lanjut Anas Urbaningrum, oposisi juga harus dilihat bukan sebagai musuh, tetapi justru `sparring partner` untuk mendewasakan demokrasi.

Tifatul Sembiring dan Hadi Utomo sendiri pada kesempatan itu terkesan tidak mengajukan gagasan baru mengenai koalisi, sebagaimana ketika terjadi pertemuan DPP PKS bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla, pekan lalu.

Keduanya hanya menyatakan, PKS dan PD telah sama-sama punya pengalaman bermitra serta memiliki hubungan harmonis di sejumlah bidang.

Yang oleh pers dianggap seru, justru ketika Tifatul Sembiring secara singkat menyentil rencana pertemuan pucuk pimpinan Partai Golkar dengan PDI Perjuangan, Kamis (12/3) besok.

"Memang, kalau Partai Golkar serius dengan PDI Perjuangan, maka PKS harus (berpikir) mau ke mana (koalisi nanti pasca-Pemilu 2009)," kata Tifatul Sembiring.(*)

Golkar Ketemu PDIP, PKS Jumpa PD

(surya.co.id) JAKARTA | SURYA-Ketua Umum DPP Partai Golkar M Jusuf Kalla dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan bertemu Kamis (12/3). Sehari sebelumnya, Rabu (11/3), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan bertemu Partai Demokrat.

Pertemuan Wapres RI dan mantan Presiden RI itu direncanakan dilakukan di tempat netral, artinya tidak di kantor DPP Partai Golkar di Slipi, atau di kediaman dinas Wapres Kalla di Jalan Dipenogoro juga bukan di Kantor DPP PDI-P di Lenteng Agung ataupun di rumah pribadi Mega di Teuku Umar.

Sebelumnya pertemuan kedua tokoh tersebut dijadwalkan Senin (9/3), namun gagal karena Megawati masih di luar negeri. “Ini merupakan pertemuan awal, dari penjajakan koalisi karena kedua partai memiliki platform politik yang sama dalam membangun bangsa,” ujar press officer Wapres Muchlis Hasyim yang dikonfirmasi mengenai rencana pertemuan tersebut.

Dalam pidato di hadapan fungsionaris dan kader Partai Golkar Bangka Belitung, Sabtu (87/3)malam, Kalla mengaku baru saja menemui fungsionaris DPP PPP di di Kantor DPP Partai Golkar Slipi.

Jika pertemuan Kalla dengan Mega terlaksana, berarti ini merupakan pertemuan kedua antara mereka. Keduanya pernah bertemua saat Idul Fitri tahun lalu di kediaman Mega.

Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung ketika dikonfirmasi mengatakan pendekatan dengan Golkar sangat penting karena ia yakin partai itu akan mendapat suara signifikan pada pemilu legislatif.
“Dalam waktu dekat akan membangun komunikasi langsung. Sekarang waktunya antar tokoh utama partai bertemu. Kapan dan di mana, tunggu saja nanti teman-teman wartawan juga diundang,” kata Pramono, Selasa ( 10/3 ), usai penyerahan piagam MURI di kediaman Megawati.

Apa tawar menawar kedua partai yang sudah menyatakan akan mengusung capres sendiri ini? Pramono enggan menjabarkannya, termasuk apakah siap menempatkan Mega sebagai nomor dua atau cawapres dari capres Golkar. “Kita lihat saja nanti. Dua partai ini paling menangan di Pilkada. Kalau gabung kan enak,” ujarnya singkat.

Sementara, Megawati sendiri enggan berkomentar tentang pertemuannya dengan JK. “Saya baru pulang tadi malam dari Libya. Urusan ketemu, tidak ketemu, urusan momen,” kata Mega.

Sementara itu, PKS dilaporkan mengungdang seluruh petinggi PD untuk bertemu pada Rabu (11/3). Menurut Ketua DPP PKS Anas Urbaningrum, kesiapan PD hadir sebagai upaya menjalin silaturahmi antara sahabat partai koalisi.

“PD akan hadir memenuhi undangan PKS. Buat kami silaturahmi dengan partai sahabat adalah kebaikan politik. Jadi akan lebih baik untuk memperkuat jalinan politik,” kata Anas.

Namun, kata Anas, presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan menghadiri pertemuan itu. Kata Anas, PD akan menghadirkan ketuanya, Hadi Utomo untuk bertemu Presiden PKS Tifatul Sembiring.kcm/jbp/yat/dtc

Tuesday, March 10, 2009

Anas: PD Diundang PKS Bahas Koalisi

INILAH.COM, Jakarta - Setelah Partai Golkar, PKS kembali mengundang Partai Demokrat (PD) dalam diskusi mingguan yang digelar di Gedung DPP PKS. Pertemuan tersebut tidak hanya sekadar mendiskusikan kondisi bangsa, tapi juga bagaimana arah koalisi ke depan.

Menurut Ketua DPP PD bidang Politik, Anas Urbaningrum, pertemuan Rabu (11/3) besok atas inisiatif PKS. Pertemuan tersebut dinilai penting, karena dua partai papan tengah ini merupakan partai sahabat. Sehingga pertemuan itu baik secara politik.

"Ini adalah pertemuan antar sahabat. Jadi akan baik untuk memperkuat jalinan komunikasi yang selama ini sudah berjalan baik," ujar mantan anggota KPU ini dalam pesan singkatnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (10/3).

Karena PD dan PKS merupakan partai pendukung pemerintah, lanjut Anas, pertemuan itu tidak lain merupakan ikhtiar untuk saling mendekatkan dan mendalami komitmen kemajuan bangsa. "PD dan PKS memang mempunyai warna yg berbeda, tetapi mempunyai banyak kesamaan visi dan komitmen untuk membangun pemerintahan yg bersih, menjaga jalannya reformasi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," cetusnya.

Karena itu, tambah Anas, pertemuan tersebut diyakini PD sangat baik dalam memperkuat persahabatan dan kerjasama. "Sehingga upaya yang selama ini telah berjalan, dapat produktif untuk kemajuan bangsa," imbuh mantan Ketua Umum PB HMI ini. [jib/dil]