Friday, May 1, 2009

PD: JK-Wiranto Duet, SBY Santai

INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat menyambut baik duet JK-Wiranto yang merupakan pasangan pertama yang dideklarasikan. Namun, duet itu tidak membuat SBY terburu-buru mencari cawapresnya.

"Kami memegang teguh keputusan rapimnas, Bahwa cawapres SBY diserahkan sepenuhnya kepada SBY sebagai capres. Kami tidak mendesak SBY untuk segera memilih dan mengumumkan. Jadi, tidak ada urgensi untuk terburu-buru. Yang penting tidak telat mendaftar di KPU," jelas Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik, Anas Urbaningrum dalam pesan singkatnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (2/5).

Dituturkan dia, Partai Demokrat mengucapkan selamat atas duet tersebut. Duet itu sekaligus membantah secara politik bahwa kekhawatiran calon tunggal dalam pilpres mendatang.

"Mari kita ciptakan iklim berkompetisi secara demokratis, ksatria dan bermartabat," imbuh mantan anggota KPU ini.

Ia mengatakan, saat ini Partai Demokrat masih fokus membangun koalisi dengan parpol-parpol lainnya. Sebab, setelah PKB sepakat sementara PKS dalam tahap finalisasi, PD yakin bahwa PPP dan PAN juga ikut bergabung dalam koalisi..

"Kami optimis akan bisa menambah partner koalisi lagi, yakni PAN dan PPP. Kami harapkan PAN akan jelas pada 2 Mei ini, Sedangkan PPP akan menyusul kemudian," imbuh mantan Ketua PB HMI ini. [jib]

Demokrat: Tak Ada Urgensinya Buru-buru

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai penentuan calon wakil presiden bagi Susilo Bambang Yudhoyono tidak perlu terburu-buru.

"Tidak ada urgensi buru-buru. Lebih cepat belum tentu lebih tepat. Yang lebih urgen adalah pasangannya tepat, mantap, dan tidak telat," kata Anas kepada Tempo melalui telepon, Jumat (1/5).

Kalla dan Wiranto baru saja menandatangani kesepakatan bersama pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di Posko Pemenangan Partai Golkar, Jalan Ki Mangun Sakoro. Pasangan ini yang pertama mendeklarasikan diri.

Partai Demokrat, kata Anas, mengucapkan selamat kepada pasangan Kalla-Wiranto. Penetapan pasangan ini, kata Anas, menjadi bantahan politik yang nyata terhadap kekhawatiran akan adanya calon tunggal.

Anas mengatakan soal pasangan Yudhoyono, Partai Demokrat konsisten menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu. Keputusan Rapimnas II di Kemayoran mendaulat Yudhoyono memilih sendiri pasangannya.

"Kami tidak mendesak SBY untuk segera memilih dan mengumumkan. Tidak ada urgensi untuk terburu-buru. Yang penting tidak telat mendaftar di KPU," lanjut Anas.

Baik Yudhoyono ataupun Partai Demokrat hingga kini juga belum mengumumkan siapa saja tokoh yang diincar untuk bersanding sebagai calon wakil presiden.

Yudhoyono mengklaim sudah mengantongi 19 nama. Beberapa nama yang telah disebut-sebut masuk dalam daftar itu adalah Hatta Rajasa, Hidayat Nur Wahid, Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung, dan Sri Mulyani. Belakangan nama Gubernur BI Boediono juga mencuat.

Anas mengatakan Partai Demokrat masih berkonsentrasi untuk melanjutkan pembangunan koalisi. Setelah PKB bersepakat, sementara PKS dalam tahap finalisasi, Demokrat optimis akan bisa menambah partner koalisi lagi, yakni PAN dan PPP.

"Kami harapkan PAN akan jelas pada tanggal 2 Mei, sedangkan PPP akan menyusul kemudian," katanya.

NININ DAMAYANTI

Majunya JK-Wiranto Membantah Kekhawatiran Capres Tunggal

Jakarta (ANTARA News) - Ketua DPP Partai Demokrat bidang Politik, Anas Urbaningrum, di Jakarta, Jumat malam, menyatakan, partainya dengan antusias menyambut hangat pendeklarasian calon presiden Jusuf Kalla bersama calon wakil presiden Wiranto.

"Ini adalah bantahan politik yang nyta terhadap kekhawatiran akan adanya calon tunggal, atau Calon Presiden (Capres) tunggal," katanya kepada ANTARA, beberapa saat setelah Jusuf Kalla (JK) dan Wiranto mendeklarasikan duet mereka untuk bertarung di Pemilu Presiden (Pilpres) mendatang.

Anas Urbaningrum juga atas nama partainya mengucapkan selamat kepada pasangan JK-Wiranto. "Selamat telah menjadi pasangan calon yang pertama kalai dideklarasikan," katanya.

Selanjutnya, lanjutnya, mari kita ciptakan iklim berkompetisi secara demokratis, ksatria dan bermartabat.

Sementara itu, mengenai deklarasi Calon Wakil Presiden (Cawapres) Partai Demokrat (PD) yang akan mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Capres partainya, Anas Urbaningrum mengatakan, pihaknya masih konsentrasi untuk melanjutkan pembangunan koalisi.

"Setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepakat, sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam tahap finalisasi, maka kami optismis akan bisa menambah `partner` koalisi lagi, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)," ungkapnya.

Pihaknya mengharapkan, PAN akan segera jelas, sedangkan PPP menyusul kemudian.

"Sementara soal Cawapres, diserahkan sepenuhnya kepada SBY sebagai Capres. Kami tidak mendesak SBY untuk segera memilih dan mengumumkan. Jadi, tidak ada urgensi untuk terburu-buru," kilahnya.

Yang penting, tambah Anas Urbaningrum, pihaknya tidak terlambat mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).(*)

Demokrat: Selamat untuk JK-Wiranto!

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrat mengucapkan selamat atas dideklarasikannya pasangan capres-cawapres JK-Wiranto, Jumat (1/5) malam ini. Ucapan selamat itu disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum saat dimintakan tanggapan oleh Kompas.com.

"Kami ucapkan selamat kepada pasangan JK-Wiranto. Selamat telah menjadi pasangan calon yang pertama kali dideklarasikan. Mari kita berkompetisi dengan demokratis, ksatria, dan bermartabat," kata Anas.

Pendeklarasian ini menurutnya juga merupakan bantahan nyata akan spekulasi calon tunggal. Partai Demokrat sendiri masih berkonsentrasi untuk melanjutkan pembangunan koalisi.

"Soal cawapres, kami memegang teguh keputusan rapimnas bahwa cawapres diserahkan sepenuhnya kepada SBY sebagai capres. Kami tidak mendesak SBY untuk segera memilih dan mengumumkan. Tidak ada urgensi untuk terburu-buru," kata Anas.

ING

PD Optimis PAN & PPP Bergabung

(detik.com) Jakarta - Ketua Umum PPP dan PAN tidak ikut menandatangani deklarasi Koalisi Besar. Partai Demokrat (PD) optimistis dua parpol itu akan bergabung dalam koalisi yang sedang digalangnya dan memberikan dukungan bagi SBY dalam Pilpres 2009.

"Kami optimistis bisa menambah partner koalisi lagi, yakni PAN dan PPP," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum pada detikcom, Jumat (1/5/2009).

Sejauh ini PD memilih berkonsentrasi melanjutkan pembangunan koalisi. Parpol yang sudah memastikan bergabung adalah PKB dan kesepakatan dengan PKS masih dalam proses finalisasi sementara PAN diharapkan tuntas pada 2 Mei.

"Sedangkan PPP menyusul kemudian. Insya Allah PPP makin nyambung setrumnya. Ketidaksediaan PPP untuk tanda tangan dalam koalisi parlemen tadi adalah sinyal terang," sambungnya.

Baik PAN dan PPP masih berkutat menyelesaikan perbedaan internal tentang koalisi dan pasangan cawapres. Elit PAN terlibat tarik ulur untuk mencapai kesepakatan, sedangkan PPP nyaris dilanda perpecahan gara-gara perbedaan penentuan arah koalisi.

( lh / nrl )

PD Sampaikan Ucapan Selamat

(detik.com) Jakarta - Partai Demokrat (PD) menyampaikan ucapan selamat terhadap pasangan JK-Wiranto. Sesuai mandat yang diberikan oleh rampinas, PD tidak merasa perlu mendesak SBY umumkan segera bakal cawapres pilihannya untuk Pilpres 2009.

"Kami mengucapkan selamat kepada pasangan JK-Wiranto," kata Ketua DPP PD Anas Urbaningrum pada detikcom, Jumat (1/5/2009).

Tentang pasangan bagi SBY, dia menegaskan PD memegang teguh amanah dari rampinas bahwa masalah cawapres diserahkan sepenuhnya kepada bakal capres mereka. Karenanya tidak perlu mendesak SBY untuk segera memilih dan mengumumkannya.

"Tidak ada urgensi untuk terburu-buru, yang penting kan tidak terlambat mendaftar ke KPU," sambung Anas.

( lh / nrl )

Koalisi 'Jumbo', Selangkah Lagi

JAKARTA, KOMPAS.com — Lima partai yang dipastikan lolos parliamentary threshold akan merealisasikan gagasan koalisinya pada Jumat (1/5) ini di Kantor DPP Partai Hanura, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Kelima partai itu adalah Golkar, PDI Perjuangan, Hanura, Gerindra, dan PPP. Satu partai lagi, PAN, kabarnya juga akan merapat. Koalisi ini, mereka sebut sebagai koalisi besar alias koalisi 'jumbo'.

Malam tadi, Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, di luar partai-partai yang telah bersepakat, akan bergabung pula sejumlah partai kecil lainnya. Menurut Pramono, ada lima kesepakatan yang akan ditandatangani siang ini.

"Pembahasan terakhir mengenai bentuk kerja sama yang akan dilakukan untuk menghadapi pilpres," kata Pramono.

Sementara ini, kesepakatan yang sudah menemui titik temu adalah berkoalisi di parlemen. Maju bersama pada pilpres, belum diputuskan oleh lima partai yang sudah sibuk 'kasak-kusuk' koalisi sejak sebelum pelaksanaan pemilu legislatif itu. Koalisi ini mereka yakini bisa menandingi kubu incumbent, yaitu barisan koalisi pengusung SBY yang terdiri dari Partai Demokrat, PKB, dan PKS. Kendati demikian, Pramono menekankan bahwa koalisi 'jumbo' bertujuan membangun pemerintahan yang lebih kuat.

Beberapa hari lalu, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga sempat memberikan tanggapan atas koalisi kompetitor partainya ini. Anas mengatakan, realitas akan membuat partai-partai yang bergabung dalam koalisi besar akan mengalami kesulitan berkompromi.

"Semakin banyak partai, apalagi besar-besar semua, semakin banyak hal yang harus dirundingkan dan dikompromikan," demikian Anas.

Koalisi besar, menurutnya, tidak serta-merta mencerminkan koalisi yang kuat. "Apalagi kadang kala jalan pikiran dan aspirasi koalisi elite tidak selalu sama dengan suara atau selera rakyat. Karena itu, koalisi besar bisa saja kalah dengan koalisi sehat-padat yang didukung para pemilih," lanjut dia.

Konkretkah hal-hal yang akan disepakati partai-partai di koalisi 'jumbo' ini, atau hanya sekadar bentuk 'gertak sambal' pada lawan? Kita tunggu saja. Rencananya, para ketua umum partai yang bersepakat akan hadir, di antaranya Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI Perjuangan), M Jusuf Kalla (Ketua Umum Partai Golkar), Wiranto (Ketua Umum Partai Hanura), Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra), dan Suryadharma Ali (Ketua Umum PPP).