Showing posts with label PEMILU 2009. Show all posts
Showing posts with label PEMILU 2009. Show all posts

Friday, April 10, 2009

Anas Rajai TPS Kediaman Ibunda SBY

(radartulungagung.co.id) BLITAR – Hasil contrengan di tempat pemungutan suara (TPS) lingkungan kediaman ibunda Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ny Habibah Soekotjo, Partai Demokrat mampu mencundangi peserta pemilu lainnya.

TPS 10 Kelurahan Karangtengah, Sananwetan, Kota Blitar, dari surat suara sah sebanyak 190, partai nomor 31 ini mendapat dukungan 96 suara atau 50 persen lebih. Dan, suara itu lebih banyak didulang oleh Anas Urbaningrum untuk surat suara DPR RI.

Suara dukungan untuk Anas memang tidak tertandingi oleh caleg partai lain. Bahkan, suara untuk Demokrat pun lebih banyak dari Anas. “Memang Mas Anas sudah sangat dikenal. Dia kan putra daerah,” kata salah seorang ibu.

TPS yang menempati aula SDN Karangtengah I ini sejak pukul 08.00, pemilih sudah berbondong-bondong menggunakan hak suara. Mereka satu per satu menyalurkan hak politiknya. Untuk memperlancar pemungutan, KPPS ini menambah bilik suara. Sesuai jatah dari KPUD hanya empat bilik, tetapi petugas menambah dua bilik lagi. “Iya biar tidak antre saja,” kata salah satu KPPS.

Kelancaran pemilihan ini ternyata tingkat partisipasi pemilih juga rendah. Dari jumlah DPT sebanyak 319, ada 109 pemilih yang golput. Sedang kehadiran sebanyak 210, terdapat 20 surat suara tidak sah.

Sementara itu, TPS di kampung halaman caleg DPR RI Partai Demokrat ini juga tak tersaingi. TPS 2, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, dimana keluarga besar Anas Urbaningrum mencontreng mendominasi perolehan suara. Dari jumlah 345 pemilih yang hadir dari DPT 473, Anas mendapat dukungan 275 suara. Sedangkan caleg DPR RI asal PDIP Pramono Anung Wibowo hanya memperoleh 21 suara. (cam)

Monday, April 6, 2009

Demokrat Optimis Raih 20 Persen Suara

VIVAnews - Hasil survei menjelang pemilihan umum menempatkan Partai Demokrat pada posisi paling wahid. Dengan hasil ini, Partai Demokrat optimis pada pemilu 9 April mendatang mendapat posisi politik yang lebih baik.

"Kami optimis mampu menembus 20 persen," kata Anas Urbaningrum, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat di Jakarta, Senin 6 April 2009.

Hasil beberapa lembaga survei menunjukkan Demokrat meninggalkan partai-partai lainnya. Dari Lembaga Survey Indonesia menunjukkan Demokrat menempati urutan teratas dengan 26,6 persen. Lembaga Riset Indonesia 20,66 persen. Sugeng Saryadi Sindycate 20,2 persen. Lembaga Survei Nasional 19,3 persen. Dan Puskapol UI 21,4 persen.

Menurut Anas, pemilih Indonesia semakin cerdas dan lebih rasional. Suara Demokrat, tambahmya, meningkat karena pemilih memerlukan kepastian. Menurutnya, Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono merupakan representasi dari kepastian yang dikehendaki rakyat. "Yaitu representasi dari program-program lanjutan untuk lima tahun ke depan, katanya.

Friday, April 3, 2009

Usai London, SBY Orasi di Surabaya

(republika.co.id) JAKARTA - Partai Demokrat (PD) memfokuskan kampanyenya di Jawa Timur, hanya di Surabaya. Sedianya, kampanye di Jatim yang menghadirkan Juru Kampanye Nasional, Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga digelar di Bangkalan, Madura.

''Kampanyenya dipusatkan jadi satu di Tambaksari, Surabaya. Bangkalan itu amat dekat dengan Surabaya,'' kata Ketua DPP PD Bidang Politik, Anas Urbaningrum ketika dihubungi saat tiba di Surabaya, Jatim, Jum'at (03/4) pagi.

Diakuinya, berdasarkan jadwal dalam rangkaian kampanye yang menghadirkan Jurkamnas SBY di Jatim, ada dua daerah yang direncanakan. Kedua daerah itu adalah Bangkalan dan Surabaya. Namun, kini difokuskan ke satu tempat, Surabaya.

''Kita lihat lagi daerahnya, soalnya SBY baru tiba di Surabaya baru pukul 12.00WIB dan langsung ke Tambaksari. Jadi, tak ke Bangkalan,'' sambung Anas.

Pemusatan kampanye di Tambaksari dilakukan karena SBY baru bisa tiba di Surabaya, tepatnya di Indonesia pada Jum'at, tengah hari. Soalnya, SBY baru pulang dari kunjungan kerjanya sebagai Presiden RI ke London, Inggris.

Di London, SBY menghadiri KTT G20 dan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin negara sahabat. Dari London, Presiden bertolak Indonesia dan ke Surabaya. Setiba di Surabaya, SBY dan Ani Yudhoyono kemudian mengenakan atribut PD untuk mengisi orasi di Stadion Tambaksari. ''SBY berkampanye di Tambaksari pukul 14.00 WIB,'' sambung Anas.

Dalam kampanyenya itu, SBY didampingi jajaran DPP PD dan para calon legislatif (caleg) daerah pemilihan Jatim. Putra SBY, Edhi Baskoro (Ibas) juga merupakan Caleg DPR-RI asal Dapil Jatim 7. Dia mewakili lima daerah, yaitu Pacitan, Ponorogo, Tenggalek, Magetan, dan Ngawi.wed/taq

Thursday, April 2, 2009

Pemilu 2009, PD Yakin Jatim Basis Demokrat

(republika.co.id) JAKARTA - Partai Demokrat (PD) ingin mengulangi target yang dicapai pada pemilu 2004 di daerah Jawa Timur (Jatim) untuk pemilu 2009. Namun, angka perolehannya ditingkatkan dari sebelumnya yang mencapai 7,4 persen, menjadi minimal 20 persen. PD yakin, Jatim akan menjadi basisnya.

''Jatim secara demografi politik sangat penting. Jatim memang kantong pemilih terbesar. Kami optimis, pileg 2009 Jatim akan bertransformasi menjadi basis PD,'' kata Ketua DPP PD Bidang Politik Anas Urbaningrum saat baru tiba di Surabaya, Jum'at (03/4) pagi.

Pada pemilu 2004, papar Caleg DPR-RI Dapil Blitar, Jatim ini, prosentase perolehan suara di Jatim sama dengan angka nasional, yaitu 7,4 persen. Pada pileg 2009 ini, target PD di Jatim juga sama dengan target nasional, yakni 20 persen.

''Kami yakin, target 20 persen akan dapat terpenuhi dan sekaligus memberikan kontribusi besar terhadap perolehan suara nasional,'' sambung Anas.

Secara nasional, PD menetapkan target perolehan suara pada pilleg 2009 minimal 20 persen. Makanya, untuk memperkuat pencapaian target tersebut, kampanye pun dirancang dan dipusatkan di Stadion Tambak Sari, Surabaya, Jatim. Kampanye tersebut menghadirkan Juru Kampanye Nasional, Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan jajaran DPP PD.wed/taq

"Kami Akan Ubah Jatim Jadi Basis Demokrat"

VIVAnews – Di Pemilihan Umum 2009 ini, Partai Demokrat akan mengubah rupa Provinsi Jawa Timur menjadi biru Partai Demokrat. “Kami optimis, Jawa Timur akan bertransformasi menjadi basis kami,” kata Anas Urbaningrum, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jumat 3 April 2009.

Hal itu menjadi salah satu alasan bagi Partai Demokrat menurunkan Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, menjadi juru kampanye utama di lapangan Tambaksari, Surabaya, pukul 14.00, ini.

Jawa Timur secara demografi politik dinilai Anas berperan penting untuk pengembangan sayap partai. Sebab, provinsi itu, kata Anas, merupakan kantong pemilih terbesar.

Pada pemilihan umum 2004, kata dia, prosentasi perolehan suara Partai Demokrat di Jawa Timur sama dengan angka nasional yaitu 7,4 persen.

Sedangkan pada Pemilihan Legislatif 2009 ini, partai yang kembali mengusung Yudhoyono menjadi kandidat presiden memasang target yang sama dengan target nasional, yakni 20 persen.

Anas mengatakan optimis target 20 persen akan terpenuhi dan sekaligus memberikan kontribusi terhadap perolehan suara secara nasional.

Wednesday, March 25, 2009

Demokrat: Pemilu Dapat Diselamatkan

VIVAnews - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengimbau semua peserta pemilihan umum ikut terlibat menyukseskan jalannya pemilihan umum. Misalnya menemukan kejanggalan di lapangan, mereka diharapkan segera berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilihan Umum.

“Sehingga bisa dikoordinasikan dengan KPU dan partai. Hal itu sebagai antisipasi awal agar pemilu jujur,” kata Anas di Jakarta, Rabu 25 Maret 2009.

Pernyataan Anas ini terkait beredarnya surat suara di tengah masyarakat Kota Depok yang ditemukan calon anggota legislatif DPRD Depok dari Partai Demokrat, Immanuel Ebenezer. Kasus sudah ditangani KPU setempat setelah Immanuel cepat-cepat melaporkannya.

Kasus semacam itu dinilai sebagai bagian dari proses pelaksanaan pemilihan umum yang tidak mudah dihindari penyelenggara pemilu, kendati berbagai upaya antisipasi sudah dilakukan. Sebab, kata dia, pemilu mustahil dapat berjalan sempurna.

Kendati demikian, kata dia, bukan berarti pemilu tidak dapat berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, dan jujur dan adil. Semua itu masih dapat dicapai. "Hal itu masih bisa diselamatkan."

Untuk mencapainya, kata Anas, para penyelenggara pemilu harus terus didorong bekerja semakin keras dan makin baik. “Caranya dengan dibantu seluruh elemen bangsa yang peduli pada kesuksesan pemilu.”

Tuesday, March 24, 2009

Demokrat : Pemilu Tidak Mungkin Sempurna

(detik.com) Jakarta - Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kurang optimal membuat banyak pihak meragukan kesuksesan pemilu. Partai Demokrat (PD) menilai pemilu sempurna memang tidak mungkin terlaksana. Partai plat merah ini hanya menyarankan KPU untuk bekerja lebih keras.

"Pemilu sempurna memang tidak mungkin, tapi kalau konteks jurdil dan luber saya kira masih bisa diselamatkan," tutur Ketua DPP PD Anas Urbaningrum saat dihubungi wartawan melalui telepon, Rabu (25/3/2009).

Menurut Anas, KPU harus bekerja lebih keras mengurusi berbagai kebutuhan pemilu. Supaya di hari pelaksanaan, pemilu dapat terlaksana dengan lancar.

"KPU harus bekerja lebih keras dengan dibantu oleh elemen yang peduli pada kesuksesan pemilu," ujar Anas.

"Kalau ada hal aneh di lapangan seperti beredarnya kertas suara asli, di lapangan harus segera dilaporkan ke Panwaslu," pungkas Anas.

Setelah itu, lanjut Anas, Panwas harus berkoordinasi dengan KPU guna mengantisipasi kemungkinan hal-hal yang tidak sesuai dengan semangat pemilu Jurdil.

( van / lrn )

Demokrat: Kampanye Rapat Umum Pilpres Jangan Dilarang

JAKARTA, KOMPAS.com — Wacana pelarangan kampanye rapat umum pada pemilihan presiden yang digulirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai menuai reaksi. Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, pihaknya berharap KPU tak melarang bentuk kampanye rapat umum.

"Rapat umum sebaiknya tidak dilarang. Apakah capres akan mengadakan kampanye rapat umum atau lebih memilih cara lain, itu diserahkan kepada masing-masing. Yang penting jangan dilarang," kata Anas, Rabu (25/3).

Dikatakan Anas, Demokrat setuju jika pilpres lebih menekankan kampanye debat antar-capres. Dengan metode debat, para pemilih dinilai akan terbantu untuk mendapatkan referensi tentang visi, misi, dan program para capres. "Juga akan mampu melihat perbedaan antar-capres. Kedua hal tersebut penting untuk menjadi referensi politik sebelum menentukan pilihannya," ujarnya.

Sebelumnya, anggota KPU, I Gusti Putu Artha, mengatakan, secara yuridis, kampanye dalam bentuk rapat umum tidak tercantum eksplisit di UU Pilpres.

Kampanye rapat umum dinilai tidak memberikan pendidikan politik yang baik, tetapi lebih banyak mudaratnya, seperti menyebabkan kemacetan, peluang jatuh korban, pelibatan anak-anak, dan lain-lain.

Tapi, kenapa baru sekarang mau dilarang?

Thursday, March 19, 2009

PD Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu

Jakarta (detik.com) - Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi 5 tahunan tanggal 9 April mendatang. Anas meminta persiapan pemilu tidak dipolitisasi apalagi sampai diusulkan ditunda.

"Mari jaga pemilu untuk tetap berjalan lancar sesuai tahapan dengan prinsip Luber dan Jurdil. Ini sama pentingnya dengan menjauhkan politisasi atas hal-hal yang tidak relevan dan jauh dari semangat bertanggung jawab," kata Anas kepada detikcom, Kamis (19/3/2009).

Menurut Anas, kasus Pilkada Jatim tidak relevan dijadikan tolok ukur untuk menunda Pemilu 9 April mendatang. Mantan anggota KPU ini juga menyangsikan isu adanya manipulasi DPT oleh KPU dalam Pemilu 2009.

"DPT Pilgub Jatim atau yang dipersoalkan di Sampang dan Bangkalan, tidak ada relevansinya dengan pemilu legislatif. DPT yang disoal itu pun, apakah benar ada
manipulasi, juga belum jelas," papar Anas.

Anas menegaskan bahwa kewenangan menyusun dan menetapkan DPT adalah institusi KPU sebagai badan penyelenggara pemilu yang independen."Mengkait-kaitkan dengan intervensi pemerintah (dalam kasus DPT), jelas tidak relevan," pungkas Anas.

Sebelumnya diberitakan Prabowo dan Megawati bertemu membahas masalah DPT. Keduanya khawatir terhadap informasi yang disampaikan Herman mengenai dugaan pemalsuan daftar pemilih tetap (DPT) dalam kasus Pilkada Jatim bakal terulang dalam Pemilu 2009.

Usai menemui Mega selama 1,5 jam di Jl Teuku Umar, Jakarta, Rabu (18/3/2009), Prabowo mengusulkan wacana penundaan pemilu jika KPU belum siap."Dan kalau memang belum siap, KPU harus jujur, kalau perlu pemilu ditunda," pinta Prabowo.

( yid / nrl )

PD: Menunda Pemilu Kompor Krisis Politik

(detik.com) Jakarta - Usulan penundaan pelaksanaan pemilu oleh ketua dewan penasihat Partai Gerindra Prabowo Subianto menuai berbagai reaksi. Ketua DPP PD Anas Urbaningrum menilai usulan mantan Danjen Kopassus terkait kasus dugaan tidak beresnya DPT hanya akan membuat krisis politik baru yang akan merugikan rakyat.

"Menunda pemilu bukan solusi. Justru potensial akan mendatangkan krisis politik," kata Anas kepada detikcom, Kamis (19/3/2009).

Menurut mantan anggota KPU ini, persoalan DPT sudah diperbarui dan ditetapkan KPU hasil revisinya. Oleh karena itu Anas menilai salah alamat jika persoalan DPT dituduhkan kepada pemerintah karena masalah DPT murni kewenangan KPU.

"Kami percaya DPT yang ditetapkan telah melalui proses standar dan diverifikasi, meskipun kami yakin tidak mungkin sempurna. Yang penting adalah tidak ada pemilih yang terhalangi haknya dan tidak ada pemilih yang memilih lebih dari satu kali," papar Anas.

Anas yakin proses pemilu akan berjalan lancar kalau semua pihak mengawasi setiap tahapan sesuai dengan yang dijadwalkan.

"Kalau hal tersebut berlaku, maka manipulasi suara tidak akan terjadi. Kalau seluruh tahapan pemungutan dan penghitungan suara ditempuh dengan benar, kami yakin tidak ada pencurian atau pun penggelembungan suara," paparnya.

Anas menambahkan PD akan bermain secara fair dan terbuka. Caranya dengan menyebar saksi-saksi di lapangan untuk mengawasi semua proses pemilu berjalan jurdil.

"Saksi-saksi PD di lapangan akan berusaha memastikan agar mengikuti, mengawasi dan mengontrol proses di seputar pemungutan dan penghitungan suara," pungkasnya. ( yid / nrl )

Thursday, March 5, 2009

Anas Ajak Caleg PDIP Tidak Lakukan Kampanye Negatif

Jakarta - Tuduhan terhadap putra Presiden SBY, Edhie Baskoro (Ibas) yang diduga dibantu sejumlah pejabat daerah dalam berkampanye dibantah keras DPP Partai Demokrat (PD). Tudingan tersebut dianggap sebagai kampanye negatif yang tidak ada dasarnya.

"Jangan karena segan berkompetisi dengan serius, lantas melakukan kampanye negatif," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum kepada detikcom lewat pesan singkat, Kamis (5/3/2009).

Anas meminta agar sebaiknya dihindari serangan-serangan yang tidak semestinya terhadap lawan politik. Persaingan antarcaleg menurutnya boleh saja, asal menjunjung tinggi sikap kedewasaan dan sportivitas. "Kami harapkan berkompetisi secara sehat dan dewasa," imbuhnya.

Demokrat, imbuh mantan anggota KPU ini tidak membeda-bedakan terhadap setiap kadernya yang mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg). Aturan ini juga berlaku bagi Ibas.

"Seluruh caleg PD memang ditugaskan untuk kampanye secara sungguh-sungguh di dapilnya masing-masing. Termasuk berlaku bagi Edhie Baskoro Yudhoyono di Dapil Jatim VII. Tetapi semuanya berjalan dalam batas kewajaran dan di dalam koridor aturan perundang-undangan," pungkas pria berkacamata ini.

Sebelumnya, caleg PDIP dari Dapil VII Jatim, Hasto Kristianto menuduh ada beberapa pejabat daerah di balik kampanye Ibas. Hasto yang se-dapil dengan Ibas ini akan bertarung memperebutkan kursi di DPR pada Pemilu Legislatif 9 April nanti. ( anw / iy )

Friday, January 16, 2009

Demokrat Tak Khawatir PKB Gus Dur Dukung Mega

(Dikirim dari www.BungAnas.com)

Jakarta - Dukungan suara PKB Gus Dur yang diberikan ke PDIP dinilai akan memberi kontribusi yang signifikan bagi Megawati dalam Pilpres 2009. Namun demikian, sebagai partai yang mencapreskan SBY, Partai Demokrat mengaku tidak khawatir dengan keputusan tersebut.

"Kalau benar terjadi, tentu saja dukungan itu akan menambah kekuatan Bu Mega. Namun demikian, kami tidak khawatir. Tetapi bukankah Gus Dur sudah menganjurkan golput?" ujar Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum kepada detikcom, Kamis (15/1/2009).

Jika pun menambah dukungan, lanjut Anas, hal itu tidak akan signifikan dalam konteks pilpres.

"Pengalaman Pilpres 2004 dan Pilkada membuktikan bahwa yang menjadi pertimbangan utama pemilih adalah pasangan calonnya. Bukan partai pengusung atau partai pendukung," jelasnya.

Sehingga, kata dia, dalam pilres, pemilih cenderung mandiri dan tidak gampang diarahkan oleh partai. "Karena itu, dukungan tersebut tidak akan mengubah peta dasar kompetisi head to head SBY-Mega," cetusnya.

"Data beberapa survei menunjukkan warga NU lebih punya afinitas (rasa kedekatan) dengan SBY kok. Itu pasti kami akan jaga dan perkuat terus ke depan," pungkasnya.

( lrn / iy )

Sunday, January 4, 2009

Tentang Hasil Survei LSI Desember 2008; Angka Elektabilitas PD (23%) dan SBY (43%)

(Dikirim dari www.BungAnas.com)


1. Kami bersyukur atas kenaikan angka elektabilitas PD (23%) dan SBY (43%). Sementara PDIP 17,1% dan PG 13,3%. Megawati pada angka 19%. Ini adalah cermin kepercayaan rakyat dan kemajuan politik yang sangat berarti dan patut disyukuri. Angka-angka tersebut adalah modal politik yang sangat berharga untuk berkompetisi dalam pemilu legislatif dan Pilpres 2009. Sebagai partai, PD mulai tampak 'berbakat' untuk menjadi juara. Peluang menjadi juara bukan hanya monopoli Golkar dan PDIP

2. Tidak hanya angka elektabilitas PD dan SBY yang membuat kami makin optimis dan terus bekerja keras, tetapi juga penyebab mengapa PD dan SBY mengalami kenaikan angka.

3. PD naik angkanya karena dinilai publik sebagai partai yang PALING : bersih dari korupsi, baik programnya untuk rakyat, mampu memecahkan masalah bangsa, dan peduli pada keinginan rakyat.

4. SBY juga naik elektabilitasnya karena tingkat kepuasan publik naik menjadi 69 persen. Mengapa? Publik menilai : kondisi politik dan pemerintahan baik, penegakan hukum baik, keamanan baik, kondisi ekonomi sedikit membaik (meski belum memuaskan), kinerja mengurangi kemiskinan dan pengangguran meningkat, dan membaiknya kinerja di bidang pendidikan dan kesehatan.

5. Artinya kenaikan angka PD dan SBY bukan jatuh dari langit, melainkan berbasiskan penilaian publik terhadap isu-isu dan kinerja yang dianggap penting. Publik atau pemilih tampak makin rasional dan cerdas.

6. Dengan kata lain, PD dan SBY naik elektabilitasnya karena bekerja keras. PD serius kampanye lewat iklan dan dilapangan oleh para caleg. SBY konsentrasi bekerja sebagai Presiden untuk menjalankan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan pubik. Termasuk mengatasi dampak krisis global.

7. Hemat kami, ini adalah gejala yang baik. Partai dan pemimpin yang bekerja keras diapresiasi dan dinilai positif oleh rakyat. Ini adalah perkembangan yang maju dalam demokrasi kita.

Tks. Wass.

Anas Urbaningrum,

Ketua DPP PD

Wednesday, December 31, 2008

NASIB GURU

Dua pekan silam saya bertemu dengan guru-guru, bahkan komandan para guru. Kami saling bercerita, berbagi dan berdiskusi tentang dunia pendidikan. Bukan di Jakarta, tetapi di Tulung Agung, Jawa Timur. Salah satu soal yang diperbincangkan tentu saja soal kesejahteraan guru, isu yang memang sentral dalam dunia pendidikan kita.

Meskipun jauh dari Jakarta, pandangan para guru amatlah tajam. Sebagai pelaku pendidikan, mereka mengerti dengan persis bagaimana sentralnya peran pendidikan bagi kemajuan bangsa. Bahwa bangsa-bangsa yang maju dan sejahtera, salah satu basis utamanya, adalah karena faktor pendidikan. Bangsa yang mengutamakan pendidikan bagi anak-anak bangsanya akan mempunyai turbin pemutar kemajuan. Mengapa? Karena pendidikan menghasilkan pengetahuan, kesadaran, pekerti dan daya hidup. Pendidikan menghasilkan mentalitas dan sikap budaya. Pendidikan menghasilkan semangat, komitmen dan optimism.

Sembari bersyukur, para guru tak lupa ngudarasa atau curhat tentang masa depan kesejahteraannya. Mereka bersyukur bahwa kebijakan Pemerintahan SBY makin peduli dengan bidang pendidikan, makin perhatian kepada nasib para guru. Gaji guru membaik, tunjangan profesi makin jelas, dan peningkatan anggaran pendidikan di APBN yang mencapai 20 persen adalah kemajuan yang nyata.

Curhat para guru adalah hal yang wajar. Misalnya, ada yang merasa tunjangan uang makan masih ada diskriminasi. Ada pula yang melihat bahwa syarat sertifikasi masih berat. Bahkan ada pula guru-guru swasta yang jam mengajarnya sukar untuk mengejar tunjangan profesi. Intinya, memang masih butuh perbaikan banyak hal ke depan.

Yang pokok adalah bagaimana komitmen Pemerintah terhadap dunia pendidikan, termasuk di dalamnya nasib dan kesejahteraan guru, makin baik dan nyata. Harus pula disadari bahwa perbaikan itu membutuhkan waktu dan proses. Jika komitmennya jelas, anggarannya meningkat, pengawasannya ketat, alokasinya tepat, fokusnya tajam, serta implementasinya didukung oleh jajaran Pemerintah Daerah, sangat terbuka peluang Indonesia untuk makin bergerak maju oleh (salah satunya) faktor pendidikan.

Guru yang setiap hari berpikir dan bekerja keras untuk mencerdaskan para muridnya, tidak seperti jaman dulu, hanya diberi kata-kata mutiara “pahlawan tanpa tanda jasa”, tetapi benar-benar makin diurus dan diperhatikan kesejahteraannya. Dengan demikian, para guru akan makin penuh konsentrasinya, makin keras dan serius mendidik, makin berkualitas kemampuannya, serta makin bertanggungjawab untuk melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas dan berkomitmen.

Guru adalah pabrik kemajuan. Guru adalah industri masa depan. Guru adalah pemanggul tanggungjawab perputaran sejarah bangsa yang makin maju, berjaya dan bermartabat. Nasib dan kesejahteraan guru adalah salah satu kunci masa depan kita. Kebijakan dan komitmen Pemerintah yang sudah berjalan perlu diteruskan, dengan perbaikan dan penyempurnaan. Wallahu a`lam